MUJUR DAN beruntung bagi Dian R Kusuma juragan karapan tim Randumas P5 Boer JMF Bius, Jombang yang baru saja berburu dapat Touch 125. Semi DNA balap, itu lantaran bodi ramping, rangka simpel, porting silinder padat.
{jathumbnail off}
Selain itu tipikal mesinnya square, sama tipikal mesin special engine YZ 125. Diameter silinder sama-sama 54 mm dan stroke terpaut 0,2 mm. Touch 54,7 mm dan YZ 125 strokenya 54,5 mm. Nah loh !
Tuner jadi girang, doping pengapiannya jelas memanfaatkan punya YZ 125 assy. "Akurasi siklus fly wheel saat pick up coil dibaca fulser jadi persis, "sebut Ipan asisten Bowo tuner Randumas P5 Boer JMF Bius, Jombang. Maping manual saat final seting jadi mudah.
Terpenting kestabilan voltage sejak RPM bawah, menengah dan atas optimal membantu pembakaran. "Sehingga power gigi 1 sampai 5 tak ada kosongnya, "yakin Elvin Jiteng yang mesti puas ajeg di torehan 7,4 detik itu.
Balik ke tipikal Touch 125 yang menganut square, masih kurang sip dipakai karapan. Over square minimalis diterapkan hasil pemakaian piston RX Z 56 mm. Cermatnya Bowo, tinggi rendah porting transfer dan exhaust diukir setelah silinder dicolter jadi 56 mm. Dengan begitu, akurasi ngeplot tinggi transfer berada di 41,5 mm jadi didapat, "yakin Bowo yang menonaktifkan waterpump dan radiator itu. Sedang tinggi exhaust diplot 26 mm dengan lebar 39,5 mm.
Dilepas knalpot JMF berdesain evolusi Python, dengan stinger lebih panjang di 32 cm dan perut ramping di 39 cm. Dilayani Keihin PWK Air Strike 38 mm Selenoid ex Honda CR 250, dengan selenoid yang dinonaktifkan. Diaplikasi lantaran sudut velocity depan lebih membuka, gasingan menengah atas udara masih bisa diusahakan maksimal.
Dihantar membran V-Force III dan inlet yang dirubah dengan kontur landai. Bergeser ke crankcase bertahan standar, cuman kompartemen as kruk dicangkok bearing kompetisi Daytona.
Diteruskan racikan gigi rasio dengan perbandingan gigi 1(34-12), 2(31-16), 3(26-20), 4(24-21) dan 5(23-23). Itu versi lama, terbarunya di 2017 ini gigi 1(30-15), 2(31-21), 3(24-19) dan gigi 4, 5 bertahan versi lama. Transfer power ke speed lebih sempurna, mesin tak terlalu over power saat gigi 1 dan 2. Stok power jadi berlimpah, saat di gasingan atas.
"Mengatrol final gear 13-41, jadi lebih enteng, "urai Bowo saat ditemui otre sesi seting speed di By Pass Mojoagung. l pid
