"Riset baru namun hasilnya cukup memuaskan," singkat Bekring, sang tuner asal Malang. Racikan team Lancar Jaya Group FR10 Garage X Toko Emas Permata Podo Rukun yang mengandalkan dragster Joko Percil ini pun sukses meraih waktu tercepat 6,741 detik.

Satu sektor yang jadi andalan Honda Verza satu ini, komposisi ideal antara bobot tunggangan dengan sang pemacu.
Sasis dirombak total agar motor kian ringan. Alhasil bobot berubah menjadi 64 kg. Untuk anjrutan belakang diubah monoshock berikut lengan ayun berbahan CNC. "Jika dipadu sama pembalap maka bobot 114 kg," terang Aris Bekring.

Sepintas dapur pacu nampak biasa namun di balik itu tertanam chamsaft custom dipadu katub berukuran 39/34 mm di bagian silinder head. Sudut squish menyesuaikan dengan piston berdiameter 78 mm berikut ditopang stang piston Ninja berlabel LHK.
"Untuk langkah dihitung 62,5 mm berikut as kruk mengadopsi Verza dimodifikasi," ujar tuner yang tinggal di bilangan Tajinan Malang tersebut.

Sementara, suplai gas yang merujuk Pertamax Turbo kian deras setelah karburator merujuk PWK 38 dengan dijejali main jet 135 dan pilot jet 70. Percikan api busi kian menyala setelah koil memakai Protech dipadu CDI Rextor Prodrag milik Jupiter.
SPEK KOREKAN
PISTON : 78mm, STANG PISTON : LHK Ninja , STROKE : 62,5 mm, KLEP : 39mm /34 mm,
KARBU PWK 38 , MAIN JET : 135, PILOT JET : 70 , KOIL : Protech, CDI : Rextor Prodrag 2 by Jupiter.
