YAMAHA MX KING 150 - TULUNGAGUNG : Seting Velocity & Permak Camshaft

YAMAHA MX KING 150 - TULUNGAGUNG : Seting Velocity & Permak CamshaftSKALA PRIORITAS bebek 4 tak 150 cc Fi, mulai dikaji serius oleh Pengrov IMI Jatim. Sebab tak lagi mainan rider seeded atau pemula kawak. Rider belia level pemula B yang diakomodir di kelas MP5, mulai menampakkan animo luar biasa. Itu lantaran, tuner yang menangani kuda besi di kelas ini, sama-sama start mulai mengorek, test case hingga riset option part di kelas ini.


{jathumbnail off}
"Dengan demikian, potensi juara juga sama-sama beratnya. DIikatakan demikian, lantaran tuner sama-sama meraba mencari korekan, final seting hingga best maping yang komprehensif, "sapa Yaya Ties manajer tim Lancar Jaya Koizumi Gazlor TTM, Tulungagung. Aktual, dipercaya kelas ini kental mengadu popularitas tuner termasuk rider belia yang berlaga di kelas ini. Sebab, lagi-lagi sama-sama memulai kelas baru.

Seperti halnya rider belia potensial Farel yang juga putra dari tuner Dimaz Kresek, mulai menampakkan taringnya berlaga di kelas MP5. Di beberapa even awal tahun, sukses jadi jawara. Itu juga atas konsistensi Dimaz, yang lebih dulu riset mesin injeksi sejak pertengahan 2016, dengan basis kuda besi MX King.

Regulasi yang diberlakukan dominan wajib OEM, dimanfaatkan untuk dikreatifi. Macam, throttle body standar yang dicangkok dengan kondisi open filter. Disempurnakan ulang dengan pemakaian velocity berdimensi 7 cm, dengan diameter dalam terbesar 32 mm. Angka 7 cm bukan asal-asalan diaplikasi, tapi berdasar dari kestabilan debit udara yang dikonsumsi saat gasingan bawah menengah dan atas.

Sedang injectornya aftermarket 10 lubang, dikontrol ECU BRT dengan fuel rate 180 cc kibik per minute, ketika menginjak di RPM 7500 ke atas. Buat laga kejurda dan level open Jatim, kategori setingan kering ini diklaim ringan mengumpan RPM tinggi. Sehingga, desain cam juga tak extreme.

Sebab, detail buka tutupnya diplot in open di 55 derajat dan close di 15 derajat, sedang ex open di 18 derajat dan close 54 derajat. “Serta pencapaian lift cam 8,5 mm (in) dan 8,2 mm (ex),”terang Dimaz yang mencangkok pegas katup Koizumi dan knalpot RCB itu.

Konsekuensinya sih, wajar ketika ketahanan mesin dibackup dengan perbandingan kompresi di angka 11 : 1, yang disinkronkan perbandingan final gear 14-49. Dasar itu juga, transfer power mesin dibuat agresif dengan kampas kopling Ninja 150 cc, berikut pegas kopling Koizumi.

SPESIFIKASI
ECU : BRT VELOCITY : 7 cm diameter dalam 32 mm INJECTOR : Aftermarket KOMPRESI : 11 : 1 LIFT CAM : 8,5 mm (in) & 8,2 mm (ex) KAMPAS KOPLING : Kawasaki Ninja 150 cc PEGAS KOPLING : Koizumi PEGAS KATUP : Koizumi KNALPOT : RCB FINAL GEAR : 13 - 49

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER