Terbukti pula sukses merebut podium juara MP3 saat Motorprix 2017 region Jawa di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat ataupun prestasi spesial di putaran Banten dan Purwokerto. “Yang pasti, torsi selalu saya set-up menyesuaikan karakter sirkuit, “tukas Mlethiz MBKW2 selaku mekanik yang sukses memborong beberapa podium juara dan runner-up di beberapa kelas Motorprix 2017.
“Saat ini torsi saya geser di rentang 10.000-12.000 RPM, sebelumnya 8000-11.000 RPM. Jadi didesain dengan peak-power yang ada di RPM 13.600. Kan mendekati antara torsi dan tenaga puncak. Tinggal kepintaran pembalap menjaga RPM mesin untuk mengejar tenaga atas, “ujar Mlethiz MBKW2 yang mematok camshaft di angka durasi 260 derajat.
Oh ya, menarik mencermati sepak-terjang Mario SA karena memang baru memasuki tahun pertama tampil di kelas Pemula A MP3 namun dapat langsung meraih podium tertinggi. “Tahun lalu saya sudah latihan dengan Sonic 150R tapi di MP5. Jadi tinggal adaptasi power mesin saja. Kita sering latihan di Maguwoharjo Jogja, “tukas Mario SA, pebalap 13 tahun asal Magetan, Jawa Timur.
Pada bagian lain, Mlethiz MBKW2 juga mengujicoba desain terbaru knalpot Cream-pie Jogjakarta. Dalam ini pengujian dibantu Tris Wahyudi, akrab disapa Nto-Nto pemilik brand tersebut. Langkah tes ini berlaku optimal karena memang tersedia dyno-test pribadi milik Cream-pie. “Ada perubahan dari desain tahun lalu. Bentuk dari pipa P1 ke P2 lebih landai. Tentu saja, menyesuaikan kebutuhan mesin terlebih di RPM atas, “tambah Mlethiz MBKW2 yang bermarkas di Sleman, Jogjakarta. | ogy
SPESIFIKASI :
THROTTLE BODY : 30 (reamer menjadi 31,9 mm), PISTON : SND Racing, KLEP : 24/21 mm, RASIO : 13-35 (1), 18-30 (2), 20-28 (3), 22-26 (4), 24-25 (5) dan 25-24 (6), KNALPOT : Cream-pie, FINAL GEAR : 14-48
