Chairman GAC Group, Feng Xingya, menekankan bahwa globalisasi menjadi langkah krusial bagi transformasi perusahaan. “Globalisasi bukan sekadar menjual kendaraan ke berbagai negara. Kami membangun ekosistem mobilitas yang lengkap, menghadirkan solusi mobilitas hijau dan cerdas yang relevan bagi setiap pasar,” ujarnya.
GAC mengusung strategi “In local, for local” dengan memperkuat produksi dan operasional di berbagai pasar. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghadirkan produk yang lebih relevan bagi konsumen lokal sekaligus berkontribusi pada penguatan industri otomotif dan rantai pasok di masing-masing negara. Strategi ini telah dijalankan di sejumlah kawasan, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, GAC mulai mengimplementasikan pendekatan ini melalui pengembangan produksi lokal dan penguatan jaringan operasional sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang di pasar tersebut.

Dalam sesi press day, Xia Xianqing, President of GAC Group, memaparkan arah strategis perusahaan sekaligus mengumumkan peluncuran lima model terbaru. Presentasi dilanjutkan oleh Huang Jian yang memperkenalkan GAC E8 PHEV dan Yue 7, serta Zhang Xiong yang menghadirkan AION i60, AION N60, dan penguatan brand HYPTEC. Rangkaian peluncuran ini mencerminkan fokus GAC dalam menghadirkan portofolio produk yang lengkap, mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik penuh.
Dari sisi teknologi, GAC mengandalkan kapabilitas riset dan pengembangan kelas dunia dengan portofolio kendaraan multi-energi, mulai dari ICE, HEV, PHEV, REEV hingga EV. Sejumlah teknologi unggulan seperti Magazine Battery, ADiMOTION, ADiGO Intelligent System, hingga X-SOUL Safety Architecture menjadi fondasi dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, aman, dan efisien.
Vice President GAC Group sekaligus Chairman GAC International, Chen Jiacai, menambahkan bahwa GAC menargetkan penjualan luar negeri sebesar 250.000 hingga 300.000 unit pada 2026. “Kami membangun brand global yang berfokus pada pengguna, terbukti kualitasnya, dan unggul dalam layanan,” tegasnya.
Untuk menjawab kebutuhan pasar global yang beragam, GAC menghadirkan berbagai pilihan powertrain. Mesin generasi terbaru 1.5T dengan transmisi 7DCT tetap menjadi solusi bagi pasar yang mengandalkan mesin konvensional. Sementara itu, teknologi hybrid ADiMOTION menjawab kebutuhan transisi menuju elektrifikasi, dan Magazine Battery 2.0 menghadirkan performa EV dengan keamanan tinggi serta kemampuan fast charging hingga 5C.
Presiden GAC International, Wei Haigang, menegaskan bahwa ambisi global GAC bertumpu pada empat pilar utama: craftsmanship, trust, technology, dan ecosystem. GAC saat ini melayani hampir 30 juta pengguna di seluruh dunia dan terus memperkuat reputasinya sebagai brand yang terpercaya. Performa positif terlihat di berbagai pasar, termasuk posisi terdepan di segmen EV taxi di Thailand, serta pertumbuhan di Hong Kong,
Singapura, dan Amerika Latin.
GAC juga terus memperluas jaringan global melalui sistem R&D “1+5+X” yang mengintegrasikan pengembangan produk berbasis kebutuhan lokal. Hingga kuartal pertama tahun ini, GAC telah hadir di 102 negara dengan 696 jaringan penjualan dan layanan, termasuk fasilitas produksi di Eropa dan Asia Tenggara.
Ke depan, GAC akan memperkuat kolaborasi dengan mitra global untuk membangun ekosistem mobilitas hijau yang berkelanjutan. “Kami membawa lebih dari sekadar produk. Kami membawa teknologi, layanan, dan ekosistem untuk masa depan mobilitas yang lebih baik,” tutup Wei.
Editor/foto : punk/ist
