Eksrider Jawa Timur Tolak Retribusi KTA Eksrider Indonesia

OTOTREND.COM - Pemberlakuan kewajiban iuran untuk registrasi KTA (kartu tanda anggota) Eksrider Indonesia menuai pro kontra. Hal ini diungkapkan oleh anggota eksrider Jatim yang beberapa waktu menggelar silahturahmi sekaligus pengukuhan struktur komunitas eksrider Jatim.


"Awal berdiri komunitas Eksrider itu sebagai ajang silahturahmi di sirkuit sehingga tidak ada yang namanya sumbangan atau iuran," ujar Dian Kampret, mantan pembalap era 2000.


Jika melihat perjalanan, eksrider Indonesia merupakan wadah para pembalap "lawas" yang ingin menuangkan skill hobby nya kembali di ajang kompetisi resmi. Namun seiring berjalannya waktu, kelas eksrider di balap road race menjadi ajang kompetisi serius. Tak pelak beberapa event balap motor terjadi perdebatan mengenai status pembalap yang mengikuti kelas eksrider.


"Saat ini beberapa pembalap yang ikut dikelas eksrider cukup mampu disisi finansial team. Sisanya hanya sebatas meramaikan serta "reunian" di balap resmi. "Jadi kalo KTA diwajibkan sebagai bentuk legalitas untuk mengikuti event balap maka eksrider Jawa Timur dengan tegas menolak," tutur Canda Edux, ketua Eksrider Jawa Timur seusia dikukuhkan (26/02) di kawasan Semolowaru Surabaya.


Namun pihak Eksrider Indonesia yang diwakili oleh Humas Eksrider Indonesia memberikan tanggapan akan manfaat iuran KTA Eksrider tersebut. Selain sebagai bentuk validasi juga nominal tersebut untuk pergantian beaya cetak sebesar 100 ribu sedangkan Rp 150 ribu digunakan untuk operasional pengurus eksrider Indonesia.


"Untuk operasional sudah tertuang di AD/ART komunitas Eksrider Indonesia sekaligus hal ini sebagai bentuk validasi ketika pembalap tersebut mengikuti event di daerah lain, " terang Rovic, Humas Eksrider Indonesia.

 

 

 

 

editor/foto : cnd

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER