Disemuti 275 starter, persaingan pembalap Jatim dan Jateng di sirkuit anyar kian membuktikan bahwa skill dan stamina pembalap menjadi kunci kemenangan di bawah suhu yang cukup panas.
"Ini merupakan gelaran perdana di sirkuit Parang Magetan yang memiliki trek panjang 1 kilometer," jelas Bambang Haribowo , ketua pengprov IMI Jatim di sela kegiatannya.
Turut hadir dalam acara tersebut, gubernur Jawa Timur ikut meresmikan dan memberikan bantuan pembangunan senilai 25 milyar sebagai bentuk dukungan kemajuan otomotif Jawa Timur.
"Gubernur secara langsung memberikan nama yaitu sirkuit Suryo Magetan serta memberikan bantuan sebesar 25 milyar untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan," tutur Risto, selaku ketua Pengcab IMI Magetan.
Team Tarpan Racing. Borong 2 tak open
Di kelas Bebek 2 tak 125 cc, racer Tommy Salim sukses menyabet podium 1. Di atas motor milik team IOS Store Probolinggo X DS 111 Jatim feat Tarpan Racing tampil cemerlang di 2 kelas dengan modal 1 motor. Tekanan lawan yang rata-rata menggunakan spek engine khas korekan Madura tak membuat kendor engine team asal Probolinggo.
"Kuncinya pahami suhu meskipun kondisinya panas namun sebenarnya suhu sekitar cukup dingin lo," bisik Doni Bule, sang tunner Tarpan Racing.
M Zidan. Dominasi klas Rookie
Di kelas Rookie, M Zidan Deo membuktikan skillnya. Bertarung ketat dengan Valera Octa asal Jogja, racer Surabaya ini yang mengandalkan engine Equteche Racing finish pertama. "Hanya prepare sehari saja untuk seting mesin dan adaptasi racing line," tutur Karim, ayah Zidan Deo.
Hadirnya seri perdana balap road race juga memunculkan talenta muda lokal karesidenan. Sebut saja Ferlando Arya asal Ngawi sukses merajai kelas lokal karesidenan. Putra mantan pembalap asal Ngawi ini tampil all out di atas motor Bebek 2 tak, 4 tak dan matik.
Ferlando Arya. Dominasi kelas karesidenan
"Bersyukur atas raihan juara 1 kelas Bebek 4 tak 130 cc karesidenan, Bebek 2 tak 125 cc karesidenan dan matic," jelas Niko, sang tuner asal Ngawi.
