HONDA SONIC 150 FI - SURABAYA : Gigi rasio Diracik Ulang Power Produktif Digeser ke Atas

HONDA SONIC 150 FI - SURABAYA : Gigi rasio Diracik Ulang Power Produktif Digeser ke AtasKELAS MP1 aturan baru mulai dibuka dan direalisasi dengan berbagai opsi. Sifatnya sebagai percepatan skill rider dan tuner untuk segera improve dengan bebek 4 tak 150 cc Fi.


{jathumbnail off}
Mengemuka, yang berlaga di kelas ini rata-rata rider regenerasi belia Jatim yang cukup potensial pada level seeded. Termasuk rider seeded Faisal Baharudin Sidoel, yang membela tim Honda MPM Rosvita Bintang Nusantara, Jatim milik Nendra Arga Wicaksana, spesial hanya di laga Kejurda Jatim.

Memang berbeda penampilan rider yang pernah memperkuat tim PON Jatim. Itu lantaran, jam terbang rider asal Tulungagung cukup tinggi, termasuk frekwensinya saat laga di even nasional. Adaptasi dengan kuda besi Sonic 150 pacuannya juga terbilang singkat. Malahan, aksinya makin berani rebahan. Itu juga atas kepiawaian Yudistira pungga bengkel Kaisar Motor yang punya basecamp di Perum Tamasa 8/2, Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo.

Beberapa hasil pengembangan korekan terbaru turut tersaji disini. Untuk kapasitas mesinnya diback up kompetisi berdiameter 57 mm, dengan dome lebih tinggi. Jarak small end dengan crown yang standarnya 13 mm, dijadikan 14,2 mm.

Tampil lebih tinggi, dengan permukaan flat lengkap dengan coakan untuk speling bukaan katup. Sampai disini perbandingan kompresi sukses diplot di perbandingan 11,8 : 1, konsekuensinya jenis BBM memakai Pertamax Turbo.

Piranti daleman silinder cop, menganut katup berdiameter 24 mm (in) dan 21 mm (ex), dikawal pegas katup CLD. Sipnya, piranti camshaft juga mengusung CLD dengan dimensi pinggang 27 mm dan tinggi 31 mm. Konsep korekan silinder cop ini yang memacu Sidoel wajib pandai manteng RPM di atas 4000 RPM.

Apa pasal ? start sejak RPM segitu, power produktif mudah disemburkan. "Sehingga keluar fast corner atau parabola, speed didapat tetap agresif," urai Yudistira yang mencangkok pegas kopling dan kampas kopling CLD itu spesial penunjang gantung RPM.

Sistem pengkabutan, dilayani throttle body CBR 150 dengan inlet 34 mm, duet dengan injector import from Italia dengan spesifikasi 10 lubang dan diprogram ECU Aracer. Fuel rate injector ada di angka 105 cc kibik per menit saat di bawah 6000 RPM. Saat di gasingan 6000 RPM ke atas, terhitung 195 cc kibik per menit.

Dan maping ignition terendah ada di 20 derajat - 50 derajat saat di 10.000 RPM. "Sedang di atas 10.000 RPM maping ignition berada di 60 derajat," detail Yudistira yang menambahkan velocity panjang 6 cm dengan diameter dalam terbesar 50 mm.

Itu artinya, power produktifnya sengaja digeser di RPM lebih tinggi. Konsekuensinya fly wheel disusut menjadi 500 gram, agar kompak dengan RPM dominan keberadaan power produktif.

Itu juga atas pertimbangan racikan gigi rasio yang menganut perbandingan gigi 1(35-12), 2(30-16), 4(27-22), 5(24-23) dan 6(23-24) dan dipersingkat perbandingan final gear 14-51. l pid

SPEK KOREKAN :
Piston : Aftermarket 57 mm, Fly wheel : 500 gram, Kompresi : 11,8 : 1, Katup : 24 mm (in) & 21 mm (ex), Pegas katup : CLD, Kampas kopling : CLD, Cam : CLD permak, ECU : Aracer, Final gear : 14-51, Throttle body : CBR 150 inlet 34 mm, Pressure regulator : Aftermarket, Injector : Import Italia.

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER