{jathumbnail off}
Pernah juga tampil di otre edisi perdana saat itu. Kini Aris meneruskan kepiawaian sang ortu, kembali mengorek Ninja 150, untuk berlaga di kelas yang selalu ramai pesertanya itu.
Kali ini Aris membawa nama tim KIPS AMC C-Squad, Surabaya yang dimanajeri Kentung. Beberapa korekan model lama diterapkan, seperti halnya menambal crankcase ruang daun as kruk, dengan lem JB Weld.
Tekhniknya, setelah dibobok lem rata, finishingnya dibantu mesin bubut, untuk membentuk kontur lingkaran. Selebihnya, diratakan bor tune mata gerinda, dengan speling 1,5 mm dengan daun as kruk.
Ruang daun as kruk yang makin menyempit ini, kompresi primer jadi meningkat. Siklus pembilasan, lebih singkat. Tak ada lagi istilah ngendon di crankcase lebih lama. Konsekuensinya, perbandingan avgas dengan oli samping Maxima menganut 1 : 35 cc.
Biasnya gas segar, agar maksimal melumasi bearing as kruk. Selebihnya dikonsumsikan untuk menunjang nilai HP, lantaran piston orsi side A makin licin. Memang sih pembakaran identik nggak sempurna. Tapi, ketika disinkronkan pengapian dari unit CDI RC 100, gasingan menengah atasnya tetap dapat.
"Sekali lagi, komposisi campuran avgas dengan oli samping ini juga atas pertimbangan makin sempitnya ruang crankcase, "urai Aris. Dan korekan model lama juga berat mempertimbangkan kestabilan tekanan negatif, untuk keperluan gasingan bawah. Dasar itu, skep dan venturi karbu masih orsi PE 28 mm.
Cuman, membran diaplikasi dari karbon, dengan stopper orsi yang dibuka di 14 mm. Memang sih daun membran tak sampai menyentuh di bukaan iitu. “Maksudnya disini, daun membran biar lebih aktif saja dan tak terpacu pada stopper, saat berada di gasingan tinggi, ”timpal Kentung.
Ironisnya, tinggi lubang transfer cuman dinaikkan 0,8 mm, dengan finishing polesan. Ya kembali seperti gaya korekan lama, agar tekanan negatif lebih stabil. Bedanya, tinggi lubang buang yang dinaikkan 2,2 mm, berikut menggerus sisi kanan kirinya 3 mm. Pertimbangannya, cuman untuk melayani program pengapian yang memiliki kurva rapat di gasingan menengah atas.
Dan diteruskan knalpot C-Squad, dengan lingkar perut 41 cm, serta lubang sarangan 21 mm dengan panjang 27 cm. Nah panjang stingernya spesial diplot di 33 cm. “Kuncinya dominan ada di stinger, sebab sebelumnya 26 cm, setelah dipanjangkan bisa menyentuh 7,4 detik, ”bangga Aris yang mesti kembali lagi belajar ngegas. n pid
SPESIFIKASI
CDI : RC 100 KNALPOT : C-Squad MEMBRAN : Karbon PISTON : Side A KARBU : PE 28 mm FINAL GEAR : 14-39
KAWASAKI NINJA 150' 2012, SURABAYA : CRANKCASE BOBOKAN LEM & KARBU STANDAR SUKSES BEKUKAN 7,4 DETIK
Kelas sport 2 tak rangka standar 155 cc, kembali lagi menarik perhatian rider kawak yang kini menjadi tuner. Dia adalah Aris, putra dari almarhum Ali Kekek, tuner kawak era 90 an yang identik dengan Crystal kencang korekannya.
