Dengan mengibarkan panji JRC Timur Jaya Racing Team, Kertosono. Ini ceritanya bangunkan singa lagi tidur ! Kelas yang dipilih ya skutik 200 cc, motivasinya tak hanya membela nama Kertosono, tapi owner tim yang punya basecamp di Jl. Gatot Subroto 116, Kertosono itu pingin mengembalikan pamornya Jatim sebagai gudangnya motor kencang.
Proyek kali ini, Didik mendaulat Ubet sebagai tunernya, dengan obsesi best time 7,6 detik di trek 201 meter. Oh ya, untuk ridernya diperkuat trio Ubet, Gano dan Yopi. Sipnya, option part yang diaplikasi dibelanjakan langsung dari Thailand. Seperti piston assy yang mengaplikasi produk CP, berikut dengan daun as kruknya.
Memang berbeda, sebagai pembuktian piston 66 mm itu, mampu mengakumulasi perbandingan kompresi lebih stabil saat suhu panas dan dingin, kendati clearence piston dengan liner diplot di angka 0,4 mm. "Bisa diindikasi kalau bahan piston assy jenis kandungan metal dingin," kata Didik.
Pertimbangan demikian Ubet, berani memakai perbandingan kompresi di angka 13,7 : 1, menganut desain ruang bakar model angka 8. Terkait dengan naiknya kapasitas mesin menjadi 198 cc, piranti katup mengaplikasi produk SPS 33 mm (in) dan 28 mm (ex), dengan tangkai 5,5 mm. Dan dilayani camshaft dengan lift 8,8 mm (inex) berikut karbu PE 28 mm dengan skep 32 mm dan venturi 30 mm.
Sedang profil daun as kruk, ketebalannya rata. "Tipikalnya sudah torsi dan RPM tinggi," yakin Ubet. Ketika disinkronkan dengan meningkatnya kapasitas mesin memang nyambung. Disektor ini torsi mesin produktif di atas 6000 RPM. Klop dengan gaya start Ubet, yang identik dengan gaya start di 5000 RPM.
"Dengan begitu, transfer power ke speed jadi ringan menghela mekanis CVT, yang diback up roller weight 11 gram dan kampas sentrifugal kompetisi," yakin tuner pengguna knalpot CHA itu.
Torsi yang berlimpah itu juga tak disia-siakan buat melayani performa di top speed. Triknya, movable drife face dibubut 2,5 mm, berikut pemotongan bushing. "Drive belt saat di gasingan tinggi posisinya makin menepi alias makin membentuk perbandingan ringan," urai Ubet yang menyempurnakan dengan pengapian DC Totalos yang tersentral pada CDI Rextor Pro Drag. l pid
SPEK KOREKAN :
Karbu : Keihin PE 28 mm, CDI : Rextor Pro Drag, Daun as kruk : CP Fino, Piston : CP Piston 66 mm, Roller weight : 11 gram, Katup : SPS 33 mm (in) & 28 mm (ex), Knalpot : CHA Thailand.
Yamaha Mio Kertosono : Target 7,6 Detik Disuport CP Piston
Yamaha Mio Kertosono : Target 7,6 Detik Disuport CP Piston
KELAS skutik 200 cc di Jatim macam mati suri, populasinya stagnan dan tak ada pendatang baru yang berani tampil disini. Menanggapi momen demikian ini, Didik pemuka balap Kertosono yang lama tidur, sekarang bangun lagi, berlaga di karapan 201 meter.
