Event yang juga mewadahi ruang kreatifitas generasi muda pencinta otomotif terutama pelajar setempat ini pun sukses mengajak 223 register yang didominasi pelajar. Dikomando oleh Mukhamad Mirda, S. Pd selaku guru TBSM, event dengan 4 kelas umum dan 2 kelas khusus pelajar ini mbuktikan jika ajang seperti ini tepat sasaran untuk mengasah bakat kreatif para pelajar.

"Selain untuk wadah kreativitas mereka, melalui kontes ini dunia pendidikan dapat terhubung langsung dengan industri otomotif, membangun mental kompetitif dan sportivitas peserta, serta menumbuhkan budaya modifikasi yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga fungsi, teknik, dan keselamatan," tegasnya selaku ketua pelaksana KMC 2026.
Berkolaborasi bareng Yudhistira Kenzy Concept Malang Selatan, modifikasi kontes skala sekolah menengah makin terasa keren hasil serbuan modifikator senior luar kota.

"Alhamdulillah teman-teman dari Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo dan Kediri ikut partisipasi di acara ini. Dan khususnya untuk modifikator pendatang baru lokal Malang kawasan selatan juga merasa senang bisa bertukar ilmu dengan mereka," sambungnya.
Memantau langsung sukses berlangsungnya acara tersebut. Lasmono S. Pd, MM selaku kepala sekolah langsung memprogram akan diagendakan rutin acara serupa. Bahkan harapannya ada partisipasi dari pelajar dari sekolah lain yang ikut event ini.

"Baik untuk ke depan, kontes modifikasi sepeda motor direncanakan untuk dikembangkan menjadi agenda rutin dengan skala dan kualitas yang lebih baik. Perencanaan meliputi pemilihan atau penambahan kelas lomba yang bisa mewadai berkembangnya zaman khususnya di jawa Timur, peningkatan standar penilaian, serta pelibatan juri dari kalangan profesional seperti yang sudah berjalan dari Ototrend," ucap Lasmono.

"Selain itu, akan dikembangkan kegiatan pendukung seperti edukasi keselamatan, workshop modifikasi, dan pameran karya siswa guna memperkuat nilai edukatif dan kolaboratif. Dengan perencanaan yang berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan talenta modifikator muda yang berdaya saing serta memperkuat sinergi antara sekolah, komunitas, dan industri," tutupnya.
Naskah/foto : dhmz

