{jathumbnail off}
Anehnya, roller peyang justru sering terjadi pada skutik yang pemakaiannya gaya priyayi, alias riding santung panteng stasioner dan tak pernah gas pol saat berakselerasi.
Lah kok ? "iya bener dan memang roller butuh menggelincir di sepanjang relnya dan konsekuensinya memang diumpan dengan RPM tinggi," beber Saipul chief mekaniknya Suzuki IJMG Pucang di Jl. Pucang Anom 46, Surabaya.
Nah, kalau RPM mesin tak pernah tinggi, travel atau pergerakan roller jadi tak bisa penuh sepanjang rel. Itu sama halnya dengan bidang dominan gesek yang diterima roller jadi tak merata.
"Dan gesekan berulang- ulang hanya diterima di bagian roller yang sama," tunjuk Saipul. Konteks demikian ini yang kemudian memicu terjadinya roller terkikis di satu titik dan memicu terjadinya roller peyang.
Sisi lain, serbuk drive belt yang identik sifatnya lengket lantaran ada kandungan sintetis juga bisa menjadi pemicunya. "Dengan demikian, jadwal membersihkan daleman CVT kalau bisa dilakukan lebih awal," ingat Saipul.
Selain itu, perhatikan jalur atau rel roller. Pastikan permukaannya bebas dari baret, bekas gesekan yang lama. Jadi, dapat disekrap ulang pakai waterproof #400, ingat bukan memolesnya ya. Agar traksi roller lebih baik dan tak sampai peyang.
Nah, kalau paham pemicu problem roller peyang, meskipun sampeyan bukan tipikal tukang kebut di jalanan, saat mau memakainya cukup geber di RPM tinggi dengan posisi standar tengah saja. Ditujukan buat mencegah terjadinya roller peyang.
"Dan hal ini berlaku buat semua skutik," yakin Saipul. l pid
Mencermati Pemicu Roller Skutik Peyang
ROLER peyang alias terkikis dibagian satu titik tak rata, sering kali terjadi setiap bongkar pasang CVT. Padahal ini bukan masuk di estimasi daftar service utama, tapi selalu ikutan menjadi kendala dan kemudian masuk daftar estimasi service. padahal lagi, umur roller bisa dipastikan tahan dalam pemakaian normal di 4 tahun. Tapi, faktanya ?
