{jathumbnail off}
"Kalau dibandingkan desainnya, jumlah ulir pegasnya sama-sama 6 ulir," buka Yudhistira pebengkel rujukan skutik touring di kawasan Perum Tamasa, Tropodo, Surabaya. "Cuman, bedanya punya PCX 125 lebih renggang, sehingga total dimensinya lebih tinggi punya PCX 125," lanjutnya.
Dengan begitu, ritme pergeseran movable driven face jadi lebih lambat. Kalau dikonversi ke perbandingan diameter primary dan secondary, lebih lama berada di perbandingan berat. Sehingga, mesin ringan menghela mekanis CVT sekaligus ringan dikonversi ke speed. "Untuk berakselerasi tak butuh diumpan di RPM tinggi," yakin Yudhistira. Pointnya ada disini !
Stok power buat gasingan me - nengah atas jadi berlimpah. Konsumsi top speed jadi lebih jalan, jadi pas buat konsumsi touring yang identik high speed. Cara aplikasinya juga mudah sebab tak ada trik atau akal-akalan. Mengingat lingkar dalam pegas movable driven face PCX 125 dan vario PGM jFi 125 sama. Jadi tinggal pasang.
"Cuman, sebelumnya mesti bongkar lebih dulu perangkat komponen CVT nya," urai Yudhistira. l pid
Praktis Dongkrak Akselerasi Vario PGM Fi 125
CARA mendongkrak performa skutik, macam Vario PGM Fi 125, makin beragam. Seperti yang belakangan ini mulai marak diaplikasi komunitas Vario PGM Fi 125 yang aktif touring. Yakni mengkanibal pegas movable driven face, dengan milik PCX 125.
