{jathumbnail off}
Ada lagi tipikal pemilik yang rajin membersihkan kerak pada ujung diode dan elektroda busi, demi mendapat perfrorma mesin motor atau skutiknya balik normal.
Cuman, permasalahannya belakangan ini pemilik enggan memeriksa kondisi busi, sejak kehadiran skutik. Apa pasal ? sulit dijangkau kunci busi. Kalau pun untuk membukanya, bisanya diputar setiap seperempat putaran seterusnya hingga lepas.
Bagian ini nih yang bikin emosi, nah loh, iya kan ? Ditambah lagi dengan hadirnya bebek jantan, posisi businya berada lebih ke dalam tepat di bawah centerbone.
Untuk menyiasati problem demikian, ada baiknya untuk mempermak kunci busi. Manfaatkan kunci sok atau L, untuk kontrol pembukanya. Seperti halnya di foto kunci busi Mio, sambung dengan baut 12 mm di ujung atasnya atau L 12. Dengan begitu, proses membukanya dapat memancafaatkan kunci sok 12 mm atau sambungan L, sebagai kontrol pembukanya.
Ceritanya beda lagi saat kepala kunci busi berganti baut 12 mm, kontrol membukanya lebih mudah pakai kunci jenis igo (ring-pas). Terutama saat bongkar pasang busi bebek jantan. | pid
JANGAN LAGI EMOSI SAAT MEMBUKA BUSI !!!
KUNCI BUSI memang vital. Fungsinya tak selalu dipakai saat penggantian busi berlangsung. Untuk pengecekan kualitas pembakaran, bisa ditinjau dari warna ujung diode - elektroda busi. Praktisnya, kalau warnanya pekat bisa dipastikan boros atau kampas kopling sudah waktunya ganti atau bisa saja malas mengecek tekanan Psi ban.
