Bahkan, penyambungan adaptor itu saja tak cukup. Pasalnya, Bramantio menambahkan raiser aftermarket lagi. Cara ini diaplikasi sebagai konsekuensi pemakaian setang kemudi replika special engine 85 cc, cenderung lebih rendah. "Dengan tambahan raiser, posisi stang kemudi kembali lebih tinggi," tunjuk Bramantio.
Sedang Andi yang suka tampil modis, memilih steering dumper diinstal di seputaran raiser, jadi mirip dengan steering dumper bergaya rotary. Maka, dimensi steering dumper yang pas pilih yang pendek setara lebar segitiga atau triple clamp.
Inistalasinya ribet, sebab proses merancang tumpuan holder steering dumpernya mesti dilas di rangka, agar kuat melawan tekanan hidrolis steering dumper. Tapi, kalau bisa mengakal tumpuan holder steering dumper pakai sistem klem juga bisa.
Sedang pin fleksibelnya dikaitkan pada raiser sisi kanan, dengan tambahan adaptor yang sifat gerakannya berengsel. "Artinya, setiap pin adaptornya tak paten tapi fleksibel, cukup ditambahkan bushing pres dengan baut," urai Andi.
Riding style dan kestabilan handling memang menu utama bikers, terlepas dari problem lain. Agar saat touring, faktor keamanan tetap didapat. Dan memang rasional alasan ini diaplikasi, mengingat fisik bikers juga punya limit, disini nih mungkin yang bisa mengolor rasa lelahnya," kompak Bramantio dan Andi. l fajar
MAKSIMALKAN RIDING STYLE DAN HANDLING
Yamaha Riders Community Sidoarjo ( YRCS ) mempunyai tips spesial buat menyamankan riding style, saat menghajar trek diatas 100 KM. Macam Bramantio yang menyambung sok depan dengan adaptor berbahan baja 10 cm. Posisi riding style gaya naked berubah macam scrambler, bahu tak lagi nahan tubuh saat riding. Sebab, dada dan punggung bisa dikondisikan tegak.
