{jathumbnail off}
"Ketika masuk ke sarangan, gas buang diturbulensikan ulang berikut keperluan meredam suara," buka Ciplek di pengrajin knalpot CSquad Racing Exhaust di Manisrejo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta.
Tapi beda dengan fungsi bafel pada knalpot Satria F karbu. Bafelnya dimanfaatkan sebagai ruang induksi gas buang. Sebab, kontur leher Satria F, R atau lekukannya landai. Dengan adanya perbedaan tekanan, siklus dan tekanan gas buang jadi rendah. "Pantulan di sekeliling dindingnya, justru menghasilkan turbulensi," urai Ciplek.
Dengan adanya bafel performa gigi 4, 5 dan 6 power jadi kuat, cuman konversi speed saat akselerasi kesannya jadi kumal alias berat tapi lari. Beda dengan knalpot kompetisi, untuk mengejar gas buang lebih ngelos, bafel dirancang landai menyatu leher knalpot. Sampai disini paham ya ?
Dengan demikian, panjang pendek bafel dapat dimanfaatkan sebagai kontribusi speed, sesuai dengan dominan kebutuhan riding. Misal, sering di metropolis lebih sip kalau dipotong 15 mm. Sebaliknya, kalau suka touring atau riding konsumsi menu top speed, paling pas tambahkan panjang bafel 20 mm.
Untuk bahannya, langsung saja pinjam pipa jenis galvanis atau steinless. "Untuk ukurannya cukup main replikas sesuai ukuran diameter luar bafel Satria F," saran Ciplek. "Dan cara ini, bisa saja diterapkan pada knalpot Original Equipment Manufactured yang menganut model megaphone, seperti Satria F," tambahnya. l pid
Mainkan Panjang Pendek Bafel Satria F untuk Mendongkrak Speed
BAGIAN pipa knalpot yang memiliki tekanan gas buang paling rendah, sebelum menuju sarangan. Dikatakan demikian, pasalnya posisi bafel posisinya berada di akhir leher knalpot.
