{jathumbnail off}
"Disini ada dua maksud, pertama pingin hasil yang rapi dan ke dua disengaja untuk menutupi ke kurangan tekhnik pengelasan,” buka Janal Chunk dari DQ Motor di Jl. Ketintang Baru Selatan 1 no 62, Surabaya. Lalu, sektor mana saja sih yang perlu ditinjau ulang, sehubungan dengan bagian yang rawan patah imbas pengelasan yang salah atau kurang bagus ? ikuti saja penuturan Janal :
- Bracket bushing dudukan poros lengan ayun, menjadi central bobot motor belakang. Bagian ini yang memiliki tahanan tekan suspensi serta bobot pengendara. Tekanan variabel lebih banyak diterima sektor ini. Sesuai dengan medan yang dihajar.
- Sub frame penopang tangki dan sambungan sub frame down tube. Tempat bergantungnya bobot mesin, hentakan paling besar yang variabel diterima di bagian ini. Jumlah titik engine mounting juga berpengaruh disini, terkait dengan distribusi vibra mesin ke rangka.
- Bracket atas dudukan monosok, menjadi tumpuan monosok yang sifat tekanannya monoton dari bobot variabel motor dan rider, sesuai dengan ayunan lengan ayun dan trek yang dihajar.
- Komstir, penopang suspensi depan serta penghantar rambatan getaran roda depan. Sifat beban yang dipikul variabel, sesuai dengan medan yang dilalui termasuk menerima hentakan. Spesial bagian ini, atur sudutnya macam cangkul, agar kekuatannya tak hanya bertumpu pada pengelasan. | pid
MENGENAL TITIK RAWAN LAS MODIFIKASI TRAIL
MENGENAL TITIK RAWAN LAS MODIFIKASI TRAIL
LAS listrik memang sering dipakai sebagai media penyambung antara pipa, besi, baja, betoneser, serta logam sejenis lain untuk keperluan pembentukan kontruksi. Sa yang nya akhir-akhir ini mulai marak bekas las-lasan yang ditutup dengan dempul.
