{jathumbnail off}
Lebih dari itu, kepiawaian tuner meracik option part dan kaki-kaki juga diadu disini.
Macam tim Arjuna Motocross Paving Kebab, yang diperkuat oleh crosser Irul Coy. Korekan yang diterapkan Hendy arsiteknya inovatif. Macam pemakaian big end Byson yang lebih besar 4 mm. Itu sama halnya menggeser stroke 2 mm.
Dengan demikian stroke KLX 150 jadi naik 4 mm dengan total 58,4 mm dari standarnya 54,4 mm. Sisi positifnya, saat tak ada proses menggeser big end, tingkat kepresisian as kruk jadi terjamin. "Pasalnya, proses pemasangan big endnya tetap tersentral dari lubang big end orsinya, "terang Hendy yang punya workshop di Jl. Raya Menganti Laban Kulon 55, Gresik itu.
Cuman, konsekuensinya saat piston berada di TMB, stang piston jadi lebih dekat dengan posisi gigi rasio 3. "Sehingga, dalam pemakaiannya gigi 3 mesti diracik dengan modul lebih minim, agar dimensi bisa diperkecil, "urai Hendy. Dan untuk menghindari pemakaian paking blok silinder, efek stroke naik, handy menyiasatinya dengan penggantian conrod milik Mio, dengan dimensi lebih pendek.
Sampai disini racikan Hendy kental dengan experimen, tapi sukses dan ada ujungnya, yakni prestasi yang dicapai Irul. Sebagai back up kapasitas mesinnya, piston dicangkok versi kompetisi 63 mm dengan lubang pen piston 15 mm, mengikuti conrod. Hingga sukses mengkail 181 cc.
Dengan begitu perbandingan komrpesi bermain rendah di 12 : 1, kendati karbu sudah pakai PWK 28 mm. "Umpan torsi di 7000 RPM, speed lebih jalan, sisi lain durability dapat meskipun dihajar 15 menit setiap moto nya, "timpal Irul. Lebih lanjut, piranti daleman silinder cop dilayani katup 31 mm (in) dan 27 mm (ex). Serta dikontrol camshaft in 49 - 32 derajat dan ex 50 - 31 derajat. Serta disempurnakan pengapian sistem AC dari CDI BRT. l pid
SPEK KOREKAN :
FLY WHEEL : 800 gram, KARBU : PWK 28 mm, CDI : BRT, KATUP : 31 mm & 27 mm, KNALPOT : Custom, PISTON : Moto-1 (63 mm), BIG END : Byson.
KAWASAKI KLX 150 - GRESIK : STROKE BIG END BYSON STYLE
KELAS yang mengakomodir crosser excecutive makin beragam, seperti halnya kelas 35 plus s/d 200 cc. Ini fakta, kalau segmen excecutive sangat luas. Begitu juga dengan latar belakangnya dibuka kelas ini, tak lagi menguji basis kuda besi special engine yang biasa diaplikasi.
