Mengandalkan motor sport Yamaha V-Ixion yang telah dirombak gaya touring membuat Erfan betah berlama-lama ngegas. Tapi, konteks riding santai dan safety tetap dijaga rider murah senyum asal Sidoarjo ini. “Santai saja, Sidoarjo Ketapang kutempuh lebih dari 6 jam. Sebab ingin menikmati jalan. Beberapa titik jalan arah Situbondo banyuwangi rusak jadi berhati-hati lebih baik,” ucap Erfan. 
Yup Banyuwangi, artinya rute kapal atau penyebrangan pertama menuju meninggalkan pulau Jawa menuju pulau Dewata Bali. Singkat, sekitar satu jam sudah menyandar di pelabuhan Gilimanuk Bali. Putaran gas tetap diputar santai menuju pelabuhan Padang Bai, terlebih di bilangan Tabanan Bali wajib berhati-hati. Infonya jalanan disana termasuk rusak parah. Ditambah musim hujan beberapa ruas jalan tergenang jika tidak waspada dipastikan terperosok kelubang jalan.

Tanpa problem, Erfan melakukan penyebrangan kedua yakni dari Padang Bai Bali menuju pelabuhan Lembar Lombok. Estimasi penyebrangan diperkirakan mencapai 5 jam. Efisiensi waktu, lama waktu perjalanan dimanfaatkan Erfan untuk berisitirahat. Jadi ketika sandar di pelabuhan Lembar Lombok langsung tancap gas menuju pelabuhan Kayangan Lombok Timur.
Sampai pelabuhan Kayangan potatono daratan Sumbawa. Yup, eksplore pun dimulai namun probem motor yakni setang setir tidak bisa belok ditambah bos swing arm hancur yang memerlukan proses pembenahan. Dengan tanggap cepat terselesaikan sehingga perjalanan menuju Bima, tepatnya rumah adat Uma Lengge Wawo dengan desain Segitiga dan ujung atap menyilang. Ramah sapa penduduk di Desa Maria Kec. Wawo Bima NTB menyambut tiap tamu yang datang berkunjung.
Perjalanan ditutup menuju nol kilometer Sape yang fenomenal sebagai tujuan biker Nusantara. “Terima kasih kepada saudara seperjalanan Adam (Kombo Surabaya), Japri (Scores Sidoarjo), Ryan dan Dae (Arbicom Bima), Vino (scorpio Bima), Supra Banyuwangi dan Malang yang setia ngegas bareng. Kalian luar biasa,” tutup Erfan. | nda | Foto: Erfan
