Ekspedisi yang berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 6 hingga 12 Maret 2026, ini terbagi dalam dua tim Ekspedisi Elshinta yang menelusuri jalur utama mudik untuk memantau kondisi jalan, rest area, serta titik rawan kemacetan yang berpotensi memengaruhi perjalanan pemudik.
Tim pertama akan menelusuri jalur Lintas Jawa, dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Pantura dan Tol Trans Jawa. Sementara itu, tim kedua akan bergerak di jalur Lintas Sumatera, dari Jakarta menuju Palembang melalui Merak - Bakauheni dan Jalan Lintas Sumatera.
Dalam ekspedisi ini, tim menggunakan Citroën C3 Aircross, SUV yang dirancang untuk memberikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. Dengan kabin yang luas, suspensi khas Citroën yang mengutamakan kenyamanan, serta ground clearance yang mendukung perjalanan lintas kota maupun lintas pulau, kendaraan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas tim selama menempuh ribuan kilometer jalur mudik.
“Citroën bangga dapat mendukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memberikan informasi kondisi jalur mudik secara langsung kepada masyarakat, sehingga pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Ferdinan Hendra, Head Sales and Marketing Citroën Indonesia.

Pemerintah memproyeksikan jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mencapai 143 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18-20 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 23-24 Maret serta 27-28 Maret 2026.
Partisipasi Citroën dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen brand untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia serta menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman dalam berbagai kondisi perjalanan.
Editor/foto : punk/ist
