Peluncuran dua produk yang dilakukan bertepatan pada acara Innovation Day GMF AeroAsia di hanggar PT GMF AeroAsia, Jakarta ini dimaksudkan memudahkan aktivitas distribusi dan supply part atau komponen pesawat, baik di area gudang, workshop, hanggar, maupun area apron.
TAMPILAN ELECTRIC VEHICLE RC PUSHBACK TUG. Karya inovatif tim peneliti ITS.
"Dua produk ini diciptakan untuk lebih memudahkan aktivitas distribusi sehingga lebih efektif dan efisien. Apalagi produk ini ramah lingkungan, jadi sangat bermanfaat untuk industri pesawat terbang," tutur Bambang Pramujati ST MScEng PhD, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama dan Kealumnian ITS.
UJI COBA PUSHBACK TUG. Menarik pesawat seberat kurang lebih 60 ton di hanggar 4 PT GMF AeroAsia.
PT GMF AeroAsia yang diwakili oleh CEO Andi Fahrurrozi pun mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan peluncuran dua kendaraan ini, karena terbantu dengan hasil risetnya.
"Kami juga merasa senang karena dapat memberikan wadah bagi akademisi untuk terus melakukan riset. Kami sangat terbuka untuk melanjutkan topik-topik potensial lainnya," ucapnya.
Selama ini, PT GMF masih menggunakan kendaraan pengangkut konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak. Dengan memakai kendaraan Material Handling berbasis listrik, berarti ikut mendukung Green Environment Ecosystem di dalam area bandara.
MOBIL MATERIAL HANDLING. Berbasis listrik dengan sistem monitoring real-time sebagai Ground Support Equipment yang efektif dan ramah lingkungan.
Mobil Material Handling ini mempunyai kelebihan dalam sistem penyimpanan energinya yang mudah dan perawatan yang murah, karena memakai system modular baterai sebagai leading sector dalam penerapan kendaraan berbasis listrik di area bandara.
"Dengan berbagai kemudahan yang dimiliki, lebih efektif dalam proses distribusi dan suplai komponen pesawat, sehingga dapat meminimalisir delay penerbangan," jelas Dr Bambang Sudarmanta ST MT, dosen departemen Teknik Mesin ITS yang juga Ketua tim riset mobil Material Handling berbasis listrik.
Ketua tim riset Electric Vehicle RC Pushback Tug dari ITS Nani Kurniati ST MT PhD saat memperkenalkan produk pushback tug di acara Innovation Day PT GMF AeroAsia.
Sedangkan Pushback Tug elektrik ini dibuat karena tingginya biaya operasional yang dikonsumsi tug konvensional saat ini. Pushback Tug ini terbukti mampu menarik benda bertonase besar seperti pesawat hingga 60 ton.
“Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan industri lain yang membutuhkan alat untuk handling benda berat," tambah Nani Kurniati ST MT PhD, Ketua tim riset Electric Vehicle RC Pushback Tug.
editor/foto : punk/istimewa