
Pencapaian strategis ini tidak hanya menegaskan kapasitas produksi lokal yang mumpuni, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan komersial utama di jaringan global Isuzu.
Keberhasilan menembus angka 300.000 unit menjadi cerminan transformasi pabrik IKP telah menjadi fasilitas manufaktur berkelas dunia yang memproduksi lini kendaraan komersial andalan Isuzu mulai dari Isuzu Traga, Elf hingga Isuzu Traga.

"Pencapaian produksi 300.000 unit di Isuzu Karawang Plant merupakan tonggak penting dalam perjalanan Isuzu di Indonesia. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia," tegas Hideshima selaku President Director PT IAMI di Karawang, Senin (20/7).

Fasilitas di Karawang berperan memenuhi kebutuhan kendaraan komersial untuk pasar domestik sekaligus ekspor. Selain itu, perusahaan menilai keberadaan pabrik turut berkontribusi terhadap industri otomotif nasional melalui peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, hingga aktivitas ekspor. Isuzu menyebut tingkat TKDN produknya mencapai 46,45 persen untuk Traga, 33,04 persen pada ELF, dan 38,07 persen untuk GIGA.

Menurut perusahaan, penggunaan komponen lokal berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Saat ini Isuzu Karawang Plant mempekerjakan 884 karyawan, belum termasuk keterlibatan vendor lokal. Hideshima menegaskan bahwa Isuzu Karawang Plant juga menjadi basis ekspor kendaraan komersial sejak 2019. Hingga kini, kendaraan produksi Karawang telah dikirim ke 25 negara, di antaranya Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global," pungkasnya.
Foto / Teks : MasDon
