ALI ADRIAN, PERTAMINA MOTO2 EUROPEAN CHAMPIONSHIP : THIS IS MY DREAM !

ALI ADRIAN, PERTAMINA MOTO2 EUROPEAN CHAMPIONSHIP : THIS IS MY DREAMMendapat julukan ‘The Next Rossi from Indonesia” dari media di Eropa dan ditunjuk sebagai duta MotoGP Indonesia oleh Menpora Imam Nahrawi, menjadi semangat tersendiri bagi Ali Adrian Rusmiputro, lajang kelahiran Jakarta, 29 September 1993 untuk segera berlaga ke Moto2. Di sela roadshow nobar moto GP, Ali Adrian turut menceritakan kisah mimpinya untuk mengharumkan nama Indonesia.


{jathumbnail off}
Dalam rangka road to Moto2, gimana persiapan tahun ini bro?

Bisa dikata saya satu-satunya pembalap Indonesia yang mendapatkan fasilitas berlatih setiap hari di Sirkuit Almeria, Spanyol, sirkuit yang juga dimiliki oleh mentor saya David Garcia Ada beberapa kejuaraan yang saya ikuti yaitu kejuaraan lokal Spanyol seperti Andalucia Championship dan Winter Race, yang paling bergengsi adalah RFME Campeonato de Espana de Velocidad (CEV) dan FIM European Moto2 Championship. Untuk Moto2 European Championship tahun ini saya akan turun lagi di Jerez dan Valencia.

Dijuluki 'The Next Rossi from Indonesia', apa bisa sebagai pemacu semangat Adrian?

Saya mengidolakan Valentino Rossi, namun ketika ada yang menyebut saya sebagai 'The Next Rossi from Indonesia', saya belum percaya soal itu karena perjalanan masih sangat panjang. Sangat tidak mudah menyamai prestasi Rossi, tapi semoga saya bisa melakukannya dengan semangat kerja keras.

Gimana nih bro critanya bisa dimentori sekelas David Garcia yang juga merupakan mentor dan manajer juara dunia Moto2 2014 Tito Rabat?

Semua bermula ketika berlatih dengan Simon Crafar dari Voodoo training di Sirkuit Almeria, yang kebetulan juga teman dari David Garcia. Almeria itu the best circuit test. Simon terkesan dengan keahlian & kecepatan saya beradaptasi dengan gaya yang diinginkan oleh Simon, saya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk menguasai teknik balap yang diajarkan tersebut. Simon memberitahu David Garcia, bahwa ada pembalap berbakat dari Indonesia yang ikut training balapnya.

David menghampiri & berkenalan dengan saya, disini David terkesan dengan keuletan dan semangat saya dalam berlatih. David Garcia pun menanyakan keseriusan saya dan mengajaknya bergabung menjadi racer-nya. Which was a dream come true!

Bisa sedikit cerita karir kamu di dunia balap?

Pertama kali naik motor pada usia tiga tahun, setelah mendapatkan hadiah Yamaha PeeWee 50cc. Seiring berjalannya waktu, saya lebih menyukai balapan di aspal. Saya suka sensasi ketika lutut saya menyentuh aspal. Saat SMP ayah mengikutsertakan saya dalam IMI Racing Academy di Sentul Sirkuit. Setelah kirakira 6 bulan mengikuti IMI Racing Academy saya mulai mengikuti latihan balap dengan sebuah team di Surabaya, Umur 19 tahun, saya dikirim untuk mengikuti seleksi Red Bull Rookies Cup (dibawah seri motoGP) oleh Bambang Gunardi pejabat pada IMI pusat yang menjadi penasihat di Lossail Circuit Doha Qatar.

Namun saya hanya bisa mengikuti training di kelas saja karena dari Indonesia hanya boleh 1 pembalap saja. Setelah kejadian itu, saya ikut Lossail Asia Road Racing Series (LARRS), One Make Race Honda 600cc yang dipromotori Bambang Gunardi. Saat itu saya sempat terjatuh dan membuat dislokasi, tanpa dapat ditahan oleh dokter setempat untuk tidak mengikuti balapan esok harinya, namun saya tetap mengikuti kejuaraan dan berhasil meraih posisi runner-up.

Berikutnya saya berhasil menjadi runner-up Championship pada kompetisi QMMF 2012, lalu mengikuti PATA – European Junior Cup (Superbike Championship Series) meraih peringkat 7 dan satusatunya pebalap dari Asia yang mengantarkannya ke ajang European Junior Cup pada tahun 2013, supporting event untuk WorldSBK.

Sumbang tips dong buat pembalap pemula?

Bagiku badan ama motor itu harus menyatu, untuk itu pembalap harus rajin-rajin menambah kilometer bersama motor di lintasan balap. Tak usah terlalu memikirkan catatan waktu karena hal ini tak bisa dilakukan dalam jangka 1-2 tahun untuk mencapai level lebih tinggi. Dengan begitu lambat laun pasti akan memahami karakter motor dan menemukan teknis tersendiri untuk balapan. Jangan takut resiko, karena semua pekerjaan pasti memiliki risiko, namun saya menyukai risiko dari dunia balap motor.

PREVIOUS ACHIEVEMENT
> 2008 Kejuaraan Nasional Indonesia
> 2009 Juara 3 Indonesia Motorsport Championship 150cc
> 2010 Juara 3 Indonesia Motorsport Championship 250cc
Juara 5 Indoneisa Motorsport Championship 600cc
> 2011 Juara Nasional Indonesia Motorsport Championship 250cc
Runner Up Nasional Indonesia Motorsport Championship 150cc
> 2011 Runner Up Losail Asia Championship 600cc
> 2013 17th European Junior Cup (Superbike Championship), rank 7
> 2015 1st Winner of Bike Promotion Race 1st Serie, Spain 600c on 23 Januari
1st Winner of Bike Promotion Race 2nd Serie, Spain 600cc on 14 February
1st Winner of Bike Promotion Race 3rd Serie, Spain 600cc on 15 February
4th Position in Andalucia Race 1, Spain 600cc on August 30
2nd Position in Andalucia Race 2, Spain 600cc on August 30

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER