Total 25 tropy posisi runner up sempat direbutnya selama berlaga, di even nasional dan kejurda. Berikut hasil kutipan wawancaranya ;
Untuk memperjelas data wawancara kali ini otre, berusaha mengajak H. Gufron sebagai ortunya bersanding dengan Haidar. Selamat siang Ji, bisa diceritakan kapan memulai dan apa latar belakang Haidar turun di motocross ?
Turun motocross genapnya di kelas 5 SD atau 10 tahun. Provokatornya tetap saya, sebelumnya saya belikan minimoto mesin potong rumput model trail, buat berlaga di kebun. Dari situ, saya mencermati memang Haidar ada bakat untuk menjadi crosser. Saya coba belikan mini trail 100 cc produk lokal, skillnya malah jadi. Dari hasil nego yang alot ke ibunya (H. Hanifah), akhirnya Haidar saya coba berlaga di sirkuit resmi. Eeeh makin menjadi liarnya, trek by trek dilahapnya mulus. Sampai saya sempat menangis, sebab tak menduga dari sifat pendiamnya, ternyata ada potensi luar biasa yang terkandung pada anak saya. Dari situ juga saya yang jadi penasaran menggali informasi sana sini, terkait penjenjangan dan prosedural apa saja yang saya tempuh ke depannya. Hingga akhirnya diperkenalkan mentornya motocross tanah air Johny "Kucing" Pranata dari JPMA. Dari situ juga, Haidar saya pasrahkan untuk dididik lebih lanjut di Lamongan, sebagai basecamp JPMA.
Ketika meninjau tempat tinggal Haidar di Pasuruan dan padepokan Johny di Lamongan, yang lumayan jauh, lalu bagaimana mengatur jadwal sekolah Haidar ?
Spesial untuk pendidikan saya berlakukan home schooling di hari senen di Pasuruan, yang terstruktur dengan SD Al Kautsar, Pasuruan. Jadi, hari selasa sampai minggu berada di Lamongan, untuk belajar motocross di padepokan JPMA. Kesempatan di hari senen itu juga saya manfaatkan memberikan bimbingan moral dan mental sampai fisik. Sampai sejauh ini, perilakunya memang beda. Di usianya yang masih dini sudah mulai muncul pribadi yang mandiri selama aktif menimba ilmu di padepokan Johny, mungkin ini respon baiknya.
Kalau mencermati penjenjangan crosser 65 cc, bagaimana peluang Haidar menghadapi musim kompetisi 2018 ? secara skill masing-masing crosser apakah sudah berimbang ? bagaimana persiapan Haidar untuk menghadapinya ?
Kabar baiknya, menurut info dari om Along, crosser jawara 65 cc rata-rata sudah mendekati 13 tahun, saat memasuki musim kompetisi 2018. Dan itu terjadi tak hanya di 1 atau 2 crosser 65 cc saja, tapi sampai 7 crosser. Itu artinya, peluang menang lebih besar. Jadi, untuk musim kompetisi 2018, saya akan makin lebih bersemangat. Dan seperti pesan Om Johny, saya akan uji coba special engine bari dari merk yang berbeda. Untuk menyeting ulang kuda besi yang pas, baik dari struktur, riding style hingga performa mesinnya.
Apa obsesi atau impian Haidar kelak menjadi seorang crosser nasional sukses ?
Kalau disuruh memilih seperti om Daniel Tangka yang punya gerai Husqvarna dan mengabdi menjadi instruktur seperti om Johny, saya akan memilih dua-duanya. Artinya, menjadi instruktur sekaligus bisnis jualan special engine saya usahakan seiring sejalan, pastinya atas restu orang tua lagi. Selain itu saya ingin mempopulerkan kota Pasuruan sebagai kota motocross seperti Batu, Malang, dengan lebih sering menjadikan tuan rumah even-even skala nasional.
HENDRI "ALONG" YUSUF, INISTRUKTUR JPMA : HAIDAR SUDAH ADA BEKAL MENTAL BERTANDING
Di usianya yang belia, skala prioritas memupuk fisik hingga sempurna merupakan segalanya. Makanya menu dan pola makan saya strength, agar serapan nutrisi pada tubuhnya bisa berlimpah, buat stok tenaga. Buat crosser itu penting, sebab dibutuhkan saat injuries time atau akhir-akhir lap saat berlaga, di saat konsentrasi dan fisik drop.
Di usia belianya, proses transfer ilmu jadi lebih mudah. Logikanya memorinya masih dikit, dari sini kita berusaha memprogramnya dengan speed, agility, durability dan kontrol emosi. Untuk teori membalap pada proses over take, Haidar mudah mengingatnya. Kadang sampai diluar kontrol atau lepas dari teori yang saya ajarkan, ketika fight atau dipres dari rivalnya.
Jadi sejauh ini, saya simpulkan Haidar sudah ada bekal mental bertanding dan menguasai perlombaan. Itu keunggulan Haidar dan akan lebih terlihat saat berlaga di 85 cc.
BIO DATA
Tempat tanggal lahir : Pasuruan 2007
Nama ortu : H. Gufron & Hj. Hanifah
Sekolah : SD Al Kautsar, Pasuruan
