ITU JUGA sebagai obsesi H. Urip ortu Dhani yang mengamati padepokan Bali MX, cukup produktif menghantar crosser didikannya tampil di even internasional. Dari dasar itu juga, siswa SD Al Taqwa, Menganti, Gresik itu memulai digembleng fisik dan skill berikut mentalnya menghadapi sengitnya kompetisi motocross tanah air.
Selamat siang Dhani, bagaimana persiapannya menyambut laga di kelas 65 cc pro ? Apa saja strategi Dhani mempersiapkan bekal untuk itu ?
Pastinya kuda besi, sudah dipersiapkan oleh Abah (sapaan H. Urip) KTM 65 cc yang sudah beberapa dicangkok option part kompetisi Pro Circuit. Dari segi performance mesinnya beda, sebab lebih kencang. Jadi, tinggal pembenahan, final seting dan adaptasi perangkat suspensinya. Dengan kuda besi baru ini juga, persiapan bekal teori jadi diperbanyak oleh om Vicky, mengenai strategi racing line untuk memacu speed lebih kencang dan membaca tipikal variable treknya.
Om Vicky dan om Kame, sering kali menegaskan sejatinya skill crosser akan tampak ketika beranjak laga di 85 cc. Tapi, menurut Dhani dengan prestasi saat ini, apa sudah maksimal ? Tanggapan demikian apa bisa dibenarkan ?
Untuk saat ini, di kejuraan daerah bisa lima besar dan nasional di 7 besar. Tapi, saya beranggapan untuk saat ini masih taraf pemantapan, masih banyak ilmu yang harus saya pelajari. Sebab, selalu ada tantangan baru setiap laga di sirkuit baru. Tapi, Abah kalau pesan anggap saja sebagai jam terbang. Sebab, dari situ juga ilmu baru bisa didapat. Jadi, tinggal belajar dan menunggu waktu saja, untuk bisa beprestasi.
Apa sih kelebihan Bali MX Training, yang membuat Dhani lebih cocok, padahal MX Training di Jatim juga banyak. Bisa disebutkan alasannya ?
Kebetulan cocok dengan temanteman di Bali MX Training seperti Diva, Saka, Radea, Rayhan dan Ablo. Beberapa crosser yang berprestasi skala internasional, tapi karakternya tetap low profil. Dan didikan om Vicky ke muridnya selalu diwajibkan patuh kepada sesama termasuk rival, jadi aklak juga ikut dibenahi. l
VICKY BALI MX TRAINING
Sebagai instruktur yang banyak menelurkan crosser berprestasi, Vicky sensitif pula terhadap karakter crosser didikannya. Sebab, potensi crosser sebenarnya juga bisa dicermati sejak belia. Berikut hasil wawancaranya :

Apa alasan anda, optimis untuk mendidik Dhani menjadi crosser yang bisa tampil di level skala internasional ?
Bisa langsung ditinjau dari niatnya saat ini. Bisa dibayangkan, setiap weekend Dhani mesti pulang pergi Surabaya - Denpasar. Dan sejak awal sebelum masuk Bali MX, Dhani juga sudah aktif berlatih bersama komunitas trail di kawasan tempat tinggalnya. Tapi, pastinya dengan peluang yang panjang saat umurnya masih belia ini, saya jadi yakin untuk mendidik sekaligus menjadi ortu yang kedua Dhani, hingga berada di puncak prestasi. Agar, lebih intens, saya juga menyarankan kepada orang tuanya kelak saat SMP, saya minta untuk sekolah di Bali.
Pola apa saja yang anda persiapkan untuk menggembleng mental Dhani, saat menghadapi kelas 65 cc pro ?
Nah, pola latihan di sirkuit kita tempat berlatih juga sering kita gabung dengan kuda besi dan crosser penunggang 85 cc dan 250 cc. Dari situ, tradisi dari crosser biasanya akan mengikuti gaya berlatih seniornya untuk lebih cepat memangkas variable trek. Ya macam terpacu. Apalagi level crosser 65 cc pro seperti Dhani, sudah akan klimaks naik di 85 cc. Jadi, cara berlatih seperti ini jadi saya galakkan. |
