Sejak kapan ikut balap motor ?
Saya ikut drag resmi setahun terakhir atau sejak 2016 dengan nama Yurike Endar 195. Keterlibatan saya ke dunia balap motor tidak lepas dari bakat yang diwarisi dari ayah sejak saya masih SMP. untuk awal mula belajar bermotor, saya lebih banyak otodidak dengan melihat video di YouTube. Para senior balap yang juga ikut menjadi guru untuk melatih balap, khususnya drag.
Apa yang dicari dari ajang balap
motor ini ?
Saya juga ingin membuktikan kepada semua orang bahwa perempuan tidak berarti lemah. juga ingin membuktikan bahwa balap motor tidak selalu negatif. Balap motor bisa menjadi ajang mengukir prestasi asalkan benar-benar serius.
Seberapa sering ikut balap resmi ?
Tulungagung menjadi lokasi kali pertama ikut balap resmi pada Juni 2016. Selanjutnya, hingga saat ini, saya terus aktif ikut balap drag di berbagai kota. Beberapa di antaranya di Kediri meraih podium V, di Surabaya mendapatkan podium II, di Jawa Tengah memperoleh podium III. Di Tulungagung, saya pernah meraih podium IV dan II. Di ajang road race, dia juga pernah podium V. Daerah lain yang juga pernah disinggahi untuk ikut balap drag adalah Blitar, Trenggalek, Pare, Mojokerto, Madiun, dan Ponorogo. Termasuk luar Jawa Timur, yakni di sirkuit Gantiwarno Drag Streep (GDS) Klaten, Jawa Tengah.
Hal apa paling sulit saat balapan ?
hal tersulit dalam balap drag adalah menjaga kestabilan saat melaju di lintasan. Saya juga pernah terjatuh dan mengalami cedera ringan. Karena itulah, dibutuhkan latihan dan sharing dengan mekanik agar permasalahan motor bisa diselesaikan.
Balapan pakai motor apa ?
Motor yang pernah saya pakai drag adalah Matic 200cc, FU 150, FU 155, Jupiter 130cc, Ninja 150, Matic 130cc, dan FizR 116cc.
Apakah orang tua memberi dukungan ?
Meski awalnya orang tua sempat melarang, tapi saya berhasil meluluhkan hati mereka. Yakni, membuktikan kemampuan dengan meraih prestasi membanggakan. Akhirnya, sampai saat ini, orang tua dan saudara mendukung.
Apa harapan Yurike sebagai pembalap ?
Saya sering dianggap remeh oleh orang tapi saya tersenyum saja dan menggunakannya sebagai motivasi untuk terus maju meraih prestasi. Saya cukup berpikir haters itu pendukung saya, tanpa mereka saya nggak akan pernah dapat motivasi agar lebih maju lagi di prestasiku.
YURIKE ENDAR PRASTIKA SARI : YOUTUBE DAN HATERS JADI PELECUT SEMANGAT
Banyak yang tak menduga Yurike Endar Prastika Sari punya hobi yang jarang digeluti kaum perempuan. Bahkan, warga Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, itu mampu meraih prestasi. Youtube dan haters jadi andalannya dalam mengukir kebanggaan diri dan orang tua.
