Uniknya, racer Bali dan Jatim di "duel" kan di kelas kares Besuki dan Bali sehingga aura kompetisi kian kental.
"Sejak tahun 2024 kota Bondowoso selalu membuka kelas tersebut dikarenakan jarak yang tidak terlalu jauh dari Bali menuju Bondowoso juga wadah kompetisi racer Bali dan Jatim untuk bisa saling berkompetisi," ujar Hendra, owner Klebun Balap Bondowoso yang berkolaborasi dengan Jalia Racing di sirkuit NP alun alun Bondowoso.
Racer Dio. Bersama team Jalia dan Klebun Balap
Racer Vitosya harus puas diposisi ke empat kelas Bebek 2 tak 125 cc open Jatim. Bernaung di team kian Living CKCK DHRT Bondowoso. Menunggangi engine Yamaha F1ZR racikan tuner Rohim sempat trouble akhirnya finish di podium 4 kelas Bebek 2 tak 125 cc open Jatim.
"Sungguh diluar nalar, usai finish ke empat engine dibongkar langsung oleh mekanik Rohim dan beberapa bagian mesin terdapat barang kayu kecil dan serpihan kayu di bagian membran karburator," bisik Priyo, manajer team Living CKCK DHRT Bondowoso sedikit geleng-geleng kepala.
Team Living CKCK DHRT Bondowoso
Di kelas Bebek 2 tak125 cc karesidenan dan Bali, racer tuan rumah Ferry S Mumu yang bernaung di team Tobbaco Balap Bintang Motor menjadi yang tercepat.
Engine korekan tuner Fiul asal Bondowoso ditempel oleh racer team KGK Bali, Kadek Dwi asal Buleleng yang finish di urutan kedua dan Ohi YR asal Bali di urutan ke tiga.
"Kuncinya ruang kompresi mesin dan diameter knalpot saja, " imbuh Fiul, sang tuner team Tobbaco Balap Bintang Motor Bondowoso.
Team ESA Racing Bali
Sementara, di kelas Bebek 2 tak 116 cc karesidenan dan Bali, Team Esa Racing sukses finish ke tiga setelah berjibaku dengan beberapa pembalap Jatim.
Engine korekan Aan Ferdiansyah ini ditopang knalpot made in Madura dan koil standar membuat racer Joshua Ryantika podium ketiga. "Trek nya sedikit bumpy sehingga shockbreker mengadopsi KP suspension, " ujar Aan Ferdiansyah, sang tunner yang juga mantan racer era 2005an.
Di kelas Bebek 4 tak 150 cc Rookie, racer tuan rumah yakni Dio sukses menjadi yang tercepat. Diatas motor MX King milik team Jalia, putra owner Klebun Balap Bondowoso sukses mengasapi racer Fahrezi.
Fernando. Racer Rookie team Ozben
Sedangkan Fernando putra owner team Ozben Racing mampu finish ke tiga diatas MX King yang ditopang shockbreker ADD. " Mesin bikinan Heri Sayur sedangkan ECU pake BRT," ujar Fernando asal Tulungagung harus puas di urutan ketiga.
naskah/foto : cnd
