Grasstrack Jawara Piala Bupati Open 2021 - Subang, Tembus 600 Starter, Knalpot Proliner XR-1 SS Jadi Spirit Crosser Muda Berprestasi

GRASSTRACK JAWARA PIALA BUPATI OPEN 2021 - SUBANG. Tembus 600 starter.

Gelaran balap grasstrack kian menggeliat pasca dilonggarkannya PPKM. Dengan tetap mengacu pada prokes ketat, event balap macam Subang Jawara Piala Bupati Open 2021, yang diadakan di sirkuit Kare'es Subang Jawa Barat pun bisa pecah rekor peserta.




Digeber weekend lalu (30-31/10) dan dibuka langsung oleh Bupati Subang H. Ruhimat, S,Pd, M.Si, event grasstrack ini benar-benar dijubeli peserta. Tak kurang, 600 starter berpartisipasi di event yang berlangsung di sirkuit yang terletak di desa Mekarwangi, kecamatan Pagaden Barat, Subang tersebut. Jumlah itu pun sebenarnya bisa tembus lebih banyak lagi, namun penyelenggara akhirnya menutup pendaftaran agar penyelenggaraan tetap kondusif dan aman sesuai prokes.



Pastinya, dengan jumlah crosser yang turun segitu banyak, ini bisa menjadi bukti. Kalau di wilayah Jawa Barat, terutama Subang. Memang menjadi kantong atau lumbungnya pembalap garuk tanah atau para penghobi dunia grasstrack.

 

 

START EVENT GRASSTRACK JAWARA PIALA BUPATI SUBANG. Dibuka langsung oleh Bupati Subang, H. Ruhimat, S,Pd, M.Si.



"Event grasstrack di wilayah Jawa Barat, kian hari kian meriah dan terus bertambah banyak peminatnya. Ini menjadi bukti kalau event grasstrack sangat diminati di wilayah Jabar. Bahkan bukan hanya di Jabar saja, tapi hampir rata di seluruh Indonesia," ucap om Uke, dari Bhieghoss Concept selaku pimpinan perlombaan.



Yang disampaikan Om Uke ada benarnya, di event kali ini tidak hanya sukses dari kuantitas starter yang melebihi target. Tetapi, juga hadirnya banyak nama-nama top yang turun, seperti Edi Arianto asal Jateng,  Aris Garayam asal Tasik Malaya, Revaldi Julian asal Banten, Jepri Bule juga dari Banten, Ardiansyah asal tangerang, dan juga Opick Beke asal bekasi. Dan masih banyak lagi sederet nama-nama crosser yang sudah biasa turun di ajang event nasional, ikut turun merebutkan panggung podium di event ini.



Selain banyak kelas bergengsi yang dilombakan, juga ada kelas yang boleh dikatakan sebagai ajang pembinaan yaitu kelas FFA 15 tahun. Di kelas ini, ada batasan usia buat crosser yang turun. Dan di kelas FFA 15 tahun ini, salah satu crossernya yang terlihat sudah memiliki bakat balap mumpungi adalah Aldiyan Madona dari team Honda Gumelar Nyomot Pride Proliner RCB Arate12 NMT Ciawitali Kopi N Selfie asal Sumedang.

 

 

ALDIYAN MADONA. Crosser muda berprestasi dari tim Gumelar Nyomot.



Aldiyan panggilan akrab crosser yang sengaja dibina oleh Agum Gumelar selaku owner dari team Gumelar Nyomot (GML). Memang memiliki stamina prima, juga skill dan nyalinya sudah sangat memadai di dunia balap sirkuit tanah. Terbukti di kalas FFA 15 ini Aldiyan bisa membuktikan diri sebagai juara 2.  Padahal, Aldiyan terbilang baru kali pertama menggunakan Honda CRF150 di sini, karena mesinnya baru selesai dikorek oleh Suhartanto alias Kupret owner dari bengkel engine Pride Racing Development.



Pertarungan di kelas FFA 15 tahun ini memang terasa berat bagi para crosser yang turun bertanding. Pasalnya. Arena sirkuit di beberapa tikungan tergenang lumpur akibat turunnya curah hujan. Final untuk kelas FFA 15 tahun berlangsung pada hari Minggu. Sedangkan hari sabtunya arena sirkuit sudah diguyur hujan.



Meski begitu para crosser tetap tancap gas buat menjadi yang terdepan. Aldiyan yang bangga dengan nomor start 102, mulai start sudah memimimpin di depan. Bertarung seru dengan M Gilang asal bogor dan terus dibayang-bayangi oleh dua crosser lainya yaitu Dika DR asal Tasikmalaya dan juga M Ridwan asal Depok.



Dikarenakan fisiknya mulai turun, pada lap-lap terakhir posisi Aldiyan tergeser oleh M Gilang hingga finish. Dan hasilnya untuk kelas FFA 15 tahun ini, podium 1 M.Gilang, sedangkan Aldiyan Modona podium 2 dan podium 3 ditempati oleh Dika DR.



Aldiyan sendiri sebenarnya belum merasa puas dengan peringkat ke 2. Tapi mau gimana lagi, fisiknya sudah turun dikarenakan sebelum kelas FFA 15 tahun ini. Aldiyan juga sudah turun dibeberapa kelas lainya, salah satunya kelas bebek. “Ya jujur saja fisik saya mulai berkurang saat final di kelas FFA 15. Selain itu sirkuitnya berat karena banyak tikungan-tikungan yang terendam lumpur. Tapi tetap saya maksimalkan tarikan gas motor saya, dan larinya memang saya akui sangat gesit dan lincah,”kata Aldiyan yang nafasnya masih turun naik setelah lepas dari gapura finish.

 

 

SPEK PROLINER XR1SS. Spesial buat nambah performa kuda pacu gresstrek.



Usut punya usut. Ternyata Honda CRF yang di tunggangi oleh Aldiyan yang terlihat gesit larinya dan lompatannya tinggi dan juah meskipun terhalang oleh banyak kubangan lumpur itu. Dipersenjatai gas buang Knalpot Proliner type terbaru untuk motor trail yaitu XR-1 SS Bore Up.



Aldiyan sendiri mengakui, seperti yang diungkapkan diatas. Kalau knalpot Proliner XR-1 SS Bore Up ini. Sangat membantu performa dari kinerja mesin Honda CRF tunggannya dalam menerjang sirkuit yang penuh lumpur. "Kalau di lumpur saja larinya sangat kencang, bagaimana kalau sirkuitnya kering. Pasti tambah gesit dan lincah dalam melibas halang rintang dan tikungan,”yakin Aldiyan Madona.





editor/foto : tim