CARA UP GRADE CVT X-RIDE

X RIDE, MAKIN menjamur sebagai alternatif gacoan touring di beberapa komunitas dengan gen skutik. Tongkrongannya yang bengal, jadi makin familiar buat touring. Sipnya, untuk memodifikasinya juga simpel. Cukup fokus pada tapak kaki, sudah siap digas hingga tepi pantai dan tanjakan terjal pegunungan.


Up grade kompartemen CVT terbaru mulai ditelurkan oleh Izat dari work shop Garasi Touring, Surabaya. Dia juga sebagai rujukan skutik mania aliran touring di Surabaya, inovasinya juga bejibun.

Serum terbarunya adalah mengganti movable drive face dan fixed drive face milik Mio M3, diameter luarnya lebih besar. Otomatis, diameter yang dibentuk drive belt jadi menghasilkan perbandingan ringan.




Sampai disini paham ya. Apalagi pada bagian ini Izat turut memangkas bushing primary 4 mm, berikut membubut rata fixed drive face 2 mm dengan sudut sama 14 derajat. Outputnya saat di peak power, drive belt bisa makin menepi. Setara dengan memperingan perbandingan drive belt.

"Konversi ke pemakaian mekanis mesin makin efektif saat dipacu di top speed atau konsumsi menebas trek jalanan provinsi," pengalaman Izat yang bukan temannya Upin Ipin itu.

Sisi lain, diameter roller weight Mio M3 lebih besar. Rolling resistance jadi makin kecil. Otomatis maintenance jadi lebih hemat, sebab potensi roller peyang jadi bisa diminimalisir.

 

Kalau secondary sheavenya, pada bagian movable driven face, tepi luarnya diganjal bearing bambu. Pergerakan movable driven face jadi makin responsif mengikuti gasingan drive belt.

Cara ini secara tak langsung juga mampu mencegah terjadinya coakan pada alur torque cam. Sedang output ke pemakaian, respon speed di gasingan tengah atas lebih jalan.

Dengan asumsi drive belt wajib diganti di setiap 12 - 15 ribu KM atau setahun. "Sebab, tetap compound di tepi drive belt sebagai penjamin respon tidaknya gasingan dan mekanis CVT, "pasti mekanik yang tak pelit ilmu itu. | jar