MENYIKAPI STOP LAMP CEPAT PUTUS

BUAT BIKERS yang aktif riding luar kota, pasti paham nih, sehubungan fungsi stop lamp. Ingat ya, tak hanya sebagai indikator kalau motor waktunya ngerem saja. Tapi, ketika riding di jalanan yang tak dilengkapi lampu jalanan atau yang biasa disebut lampu merkuri, cukup merepotkan bikers yang ada di belakang kita.


Kendati head lamp atau lampu depan nyala, tapi tak menjamin bikers yang ada di belakang. Sebab, di kontur jalanan yang berpotensi di pacu top speed itu, sorot cenderung berada di mode jauh. Ketambahan beban bikers dan boncenger, sorotnya jadi naik ke atas.



Matinya stop lamp, sering kali membuat gusar, kaget bercampur emosi bikers di belakang. Sebab, pada kondisi kecepatan tinggi, mulai terlihat saat di jarak 25 meter - 30 meter. Buat motor bercakram 32 cm masih ngatasi buat mereduksi kecepatan, kendati sebelumnya berada di kecepatan 100 KM/Jam.

Itu juga bikersnya pengalaman, buang ke kanan atau kiri bisa direspon rapi, sehingga tak sampai membahayakan bikers yang ada di belakangnya lagi.

Menanggapi problem sepele tapi pemicu problem besar ini, layaknya senggangkan waktu sebelum riding untuk memeriksa fungsional stop lamp. Apalagi buat bikers yang riding tak kenal waktu dari subuh sampai malam. Kalau kebetulan stop lamp tak nyala, langsung buka kaca stop lamp.

Kemudian periksa bolamp stop lamp, biasanya dipicu oleh wallfram putus dan conecting bolamp yang leleh. Atau bisa juga konektor pada soket dudukan bolamp yang leleh.

Problem sebatas itu, sering kali dipicu oleh kebiasaan pengendara yang biasa riding sambil nekan pedal atau narik tuas rem mode stand by. Wajar sekali, terlebih lagi kondisi aspal jalanan provinsi sebagian banyak yang rusak.

Memang tak salah apalagi merasa, cuman tradisi riding tadi memacu bolamp menerima arus lebih besar hingga 15 watt - 21 watt, padahal stand by cuman 5 watt. Kalau mengerti efek dominonya seperti ini, maka hindari menahan tuas dan pedal rem.

Buat sport dan bebek, bisa diantisipasi dengan menyeting lebih kendor toleransi tekanan pedal rem berbanding tarikan sitch rem. Kalau di skutik bisa disikapi dengan tuas rem, yang dilengkapi stelan tingkat travel tarikan tuas rem.

Dalam kondisi bongkar-bongkar, sekalian cuci kaca stop lamp dari tumpukan debu di sisi dalamnya. Agar bias pijar stop lamp bisa lebih terang hingga memberi rasa aman ke bikers di belakang kita dan yang lagi riding. | pid