SUZUKI SATRIA F MOJOKERTO : KOREKAN LAWAS TEMBUS 7,3 DETIK !

MENGHADAPI musim kompetisi 2018, ada yang baru dengan formasi DJ Graha Popy Racing Team, Mojokerto milik Angga Wahyudi. Manajerialnya di tahun ini dikaji jeli, agar maksimal mengikuti rentang musim kompetisi 2018 di Jatim. Formasi kuda besinya ada Ninja 150 cc, dua F1Z-R dan dua Satria F, dengan rider Arif Tijil, Wawan Dwi, Arya Shaputra dan Deby.


Menariknya, salah satu Satria F - nya hasil kerja sama dengan tim SJRF, Nganjuk, spesial berlaga di bebek 4 tak 200 cc. Best timenya sempat 7,2 detik saat dipacu Gerry, cuman saat dipacu Arif Tijil yang kini merapat di DJ Graha Popy Racing Team, Mojokerto mesti puas di 7,3 detik.

"Bukan perkara adaptasi, cuman kebetulan setiap saya pacu kondisi aspal kurang mendukung, kadang bumpy dan miring," tegas Tijil. Tapi, untuk level Jatim dan nasional Satria F korekan Cak Mut cukup kompetitif, ketika meninjau dari best time yang diukir.



"Salut buat Cak Mut, kendati korekan dan tekhnologi yang diaplikasi tergolong lawas alias lama, tapi mampu fight dengan tuner papan atas, "bangga Angga yang punya basecamp di Jl. Jayanegara 102, Mojokerto itu.

Resep up grade performa mesinnya termasuk rata-rata, seperti aplikiasi fly wheel magnet replika YZ-85 yang dikontrol CDI BRT i-Max. Dari sini saja gaya inertia dihasilkan lebih baik, untuk mengkail RPM tinggi kian singkat. Apalagi desain knalpot yang dipinang saat ini mampu meminimalisir turbulensi, seperti desain leher knalpot, bafel hingga difuser yang diaplikasinya.

Termasuk aplikasi karbu PWK 38 mm, yang sudutnya dirubah lebih curam hasil penambahan plendes yang turut dijadikan adaptor joint karbu. Siklus gas segar ke intake jadi makin singkat. Debit volume gas segar di ruang bakar turut dibenahi, hasil aplikasi katup over size dan kontrol camshaft hasil racikan Cak Mud.

Menghela kapasitas mesin yang tak genap 200 cc, jadi makin ringan. Output itu pula, yang mempengaruhi gigi rasio diracik ulang dengan kombinasi final gear 13-39. | pid