Tumpengan Tahun Kedua Supermoto Jatim 2019 : Jatim All Out Suport Musim Kompetisi Supermoto 2019

 

 Musim Kompetisi Supermoto 2019. Disambut antusias komunitas & rider supermoto yang telah tampil profesional.

 

Lapisan otomotif Jatim kembali tersenyum, khususnya bagi penyuka rear wheel steering. Bagaikan bola salju, menggelinding membawa masa hingga embrionya berkembang.

 

Itu yang menjadi fakta supermoto makin digdaya. Belum lagi pengaruh kuatnya sinergi antara komunitas dalam hal ini Asosiasi Supermoto Indonesia dan rider supermoto, akur berjalan seiring sejalan.

 

 

Intensitasnya kian rapat berlatih di GBT sirkuit kebanggaan rider Jatim. Bisa disebut hampir sama dengan intensitas rider road race saat berlatih skill. Pada bagian ini, komunitas dan rider supermoto semacam memiliki fantasi mencari ilmu rear wheel steering, yang memang menarik untuk entertaint.

 

Di dalamnya tentu saja ada olah training menajamkan feeling dan insting, sehubungan wheel base berbanding radius traksi tapak kaki dan ground clearence. Bahkan, dari sisi aparel dan perlengkapan balap, semacam berjalan otomatis.

 

Demikian pula, basis kuda besi, modifikasi kaki-kaki, sampai dongkrak performa mesin, terbentuk motivasi dengan sendirinya tampil lebih aksi. Belum lagi kontribusi JC Suspension, rider makin berani bermanuver extrem. “Hubungan harmonis demikian ini, lagi-lagi hasil input sinergi kuat antara asosiasi dan rider supermoto, ”nilai Eko Budi Sentosa ketua Asosiasi Supermoto Indonesia. 

 

Supermoto Jatim. Siap dukung musim kompetisi supermoto 2019. 

 

Makin profesionalnya rider berlatar belakang komunitas dan rider supermoto tadi, juga makin sinkron dengan makin seringnya Jatim menjadi tuan rumah even supermoto level international, nasional, hingga even branding. Praktis Jatim sebagai tuan rumah yang lebih dulu sebagai penggiat supermoto di kurang lebih 6 tahun silam, layak dong ikut berbenah dan all out !

 

Ditandai dengan acara doa bersma dan tumpengan pada 13 Januari 2019, sebagai bentuk apresiasi, puji syukur, hingga ucapan terima kasih kepada pihak pendukung perjalanan, hingga kembali bangkitnya supermoto di Jatim, yang terhitung di tahun kedua. Acara tumpengan kali ini milenial, sebab standing party.

 

Doa bersama pemuka otomotif Jatim & komunitas. Apresiasi & memanjatkan puji syukur atas ridho diberikannya kekompakan di tahun kedua Supermoto Jatim yang makin berkembang pesat. 

 

Menu tumpengnya istimewa, ayam bakar, urap-urap tauge, lodeh tewel, rempah kelapa dan tahu kare. Sipnya, pemotongan tumpeng timingnya tepat, nggak nge-naa atau nge-voor. Sebab, saat ujung tumpeng dipotong oleh Bambang "Kapten" Haribowo Ketum Pemprov IMI Jatim, kala itu menunjukkan pukul 13.15 WIB, jadwalnya makan siang.

 

Nah, dari situ saja bisa diimplementasikan kalau sosok Bambang memang bijaksana mengambil keputusan, serta jeli meninjau timing. Makin sakral dan penuh makna lagi, saat ujung tumpeng tadi diberikan ke tamu special H. Frangky Laurent penggiat supermoto Jatim, juga sahabat dekat Bambang saat aktif berlaga di GTX dan MX. Canda, tawa sampai susah pernah dialaminya  bareng, apalagi saat cerita pergi MX ke luar pulau, yang saat itu Winot Panjaitan selalu jadi bintangnya.

 

Frangky di momen spesial ini dihadirkan sebagai sosok pendiri supermoto di Jatim. Kalau dianalogikan tanpa merekayasa, makna dari penyerahan ujung tumpeng tadi, jelas dan tegas bahwasanya supermoto di Jatim, 1000% disuport sepenuhnya oleh Bambang yang bentar lagi mesti sering bolak-balik ke Kediri, keperluan usaha barunya.

 

Itu artinya supermoto dengan disaksikan rider level dunia Gery Salim, punggawa dan pemuka otomotif Jatim, bahkan ada Iir dan Topan Krisdianto ex rider 97, resmi disahkan serta dapat selenggarakan sebagai suporting class di even-even road race.

 

Asli salut beri aplaus dulu, ini momen bersejarah ! Kalau mantan pelaku balap memiliki satu visi dan misi, dijamin pondasi otomotif Jatim makin kuat dan maju ! Sebab, resep, cita rasa dan takaran ramuannya, dijamin mampu merefleksikan pribadinya saat aktif membalap. “Tinggal nge-mix dengan modernisasi, itu saja, ”bangga Danwing Van Houce juga veteran crosser Jatim yang telah lama mendambakan harmonisnya otomotif di Jatim seeperti ini.

 

Bersatunya pelaku balap Jatim. Membangun sinergi memacu prestasi otomotif Jatim makin hebat. 

 

"Tapi, sekali lagi mari kita kaji bersama faktor safety-nya, saya harap dikomunikasikan dua arah, ide, saran, kritik, himbauan, agar tak sampai ada opini dan katanya katanya, iya tooh, "tegas Bambang. Sirkuit GBT, supermoto dan kegiatan otomotif apapun bentuknya, mari disinergikan yang cantik. "Semoga kedepannya Jatim semakin pesat  maju otomotif-nya, makin berkembang dan diolah oleh SDM yang profesional, "pesan Bambang.

 

Oh ya, untuk kelas yang dilombakan sementara sport trail s/d 180 cc, terbagi pemula dan open. Tambahannya, ada kelas OMR CRF 150L open. Tapi, ketika di perjalanannya nanti dominasi rider pemula dan seeded-nya 50 : 50, kemungkinan juga akan dibuka tambahan kelas pemula, biar sportifitas terjaga. Tapi, kemungkinan untuk kelas juga bertambah. 

 

H. Momo yang selalu tampil profesional, juga menawarkan tetap dibuka kelas special engine. Faktor safety lebih sempurna, perangkat pengereman sudah level dunia, apalagi suspensi OEM-nya sudah mumpuni. “Apalagi supermoto sudah tersosialisasi lebih merata, rider supermoto yang berlaga dijamin bekal dan tekhnik defence-nya sudah mumpuni, ”yakin H. Momo. 

 

Apalagi , Jatim sudah mulai menjadi langganan tuan rumah level international, nasional dan even branding. Minimal supporting class yang telah disahkan ini, bisa dijadikan fase persiapan kesana. Minimal, level suporting class-nya mendekati yang dilombakan di even tadi. "Agar, input dan outputnya bisa in line, "dukung Deni Pete seksi sibuk di setiap supermoto track day.      pid