Kejurnas Motoprix Seri 4 Region 2, Kepanjen, Malang 2018 : Pressure Tinggi & Adu Traksi

Jadwal padat even road race baik kejurda dan open road race di berbagai wilayah region 2, nyata dan terbukti ada input positifnya ke perkembangan prestasi rider-rider. Makin bertaji di kejurnas motoprix region 2 seri 4, yang berlangsung di sirkuit Kanjuruhan, Kepanjen.

   
Kompetisi rider pemula yang notabene terbiasa berlaga di bawah pressure saat di kejurda dan open road race, disini justru menjadi bekal sebab mental bertandingnya lebih bertaji.

Apalagi lay out sirkuit Kanjuruhan murni baru, bukan seperti yang dipakai di balap kejurda maupun OMR, jadi tak ada istilah hafalan. "Pola layout sirkuit demikian yang akan terus kita kembangkan untuk menghadirkan rider belia petarung, "tegas Bambang Kapten Haribowo Ketum Pengprov IMI Jatim.

Menunya beradu racing line, untuk memainkan emosi lawan lebih mudah. Sebaliknya, intrik menekan lawan disini justru menjadi kunci, untuk mengacaukan pertahanan lawan. 

Laga demikian berlangsung saat di kelas bebek 150 cc 4 tak tune up injeksi pemula A atau MP3. Nama rider Sakti Andre juga menerapkan strategi demikian saat membongkar pertahanan Wahyu Nugroho dan Aldi Aqsal Ismaya, yang saling mengovertake.

Lagi-lagi soal adaptasi racing line, suspensi dan traksi mengemuka disini. Terhitung jawara MP1 dan MP2 dikuasai rider setim Wilman Hamer dan Sulung Giwa yang membela Yamaha Yamalube NHK IRC DID Nissin NGK Bahtera Racing Team. Keduanya memakai IRC Fasti 2.

Bidang traksi dari sisi kandungan compound dan tingkat elastisnya hingga toleransi suhu aspal Kanjuruhan, kompartible. "Hingga tenaga brutal di setiap in-out u-turn, fastcorner, roda belakang tak drible, sehingga makin berani mengumpan RPM tinggi, "yakin Sulung. 

Bahkan komposisi seting suspensi depan dan traksi juga mutlak dibutuhkan disini, seperti yang disampaikan M. Idris. Sebab, saat menumpas u-turn nggak selalu pakai rolling speed. Butuh setingan suspensi depan yang fix dengan bobot rider. "Agar saat dibutuhkan untuk menusuk dari dalam, bodi nggak melawan saat late braking, "sebut jawara MP4 itu.


MENGHIMBAU TIM PABRIKAN UNTUK BERLAGA DI KEJURDA & OPEN ROAD RACE
Wacana terbaru dilontarkan Bambang Kapten, ketika menanggapi makin turunnya minat tim-tim balap yang berlaga di kelas MP1 dan MP2, saat di open road race kadang sampai di kejurda.

 


Kapten sapaan bekennya menghimbau agar setiap pabrikan tetap menyarankan agar tim-tim balap yang disuport, mengikuti even kejurda maupun open road race. Bagaimanapun juga, kejurda dan open road race tetap menjadi skala prioritas, terkait penyebaran dan penerapan tekhnologi semua tim road race yang berlaga, sebelum mereka besar, ingat ya.

Minimal, di kejurda dan open road race bersinergi dengan kelas yang ada di motoprix. Agar bisa memiliki bias serta berkembang di daerah. "Dengan begitu peluang tim road race daerah yang ingin berlaga di motoprix dipastikan quotanya makin bertambah, "optimis Kapten. 


BROMO JAYA MIX SIAP BERKOMPETISI DI LEVEL ASIA
Tarjet H. Abu Rizal owner Bromo Jaya Mix Dinnar Cahya FDR NHK Rob 1 UMA SSS Kate, Sampang, untuk melurug even nasional sudah terealisasi sepanjang tahun 2017 dan 2018, dengan aktifnya berlaga di putaran kejurnas motoprix region 2.

 


Formasi terbarunya, ada tambahan rider belia potensial Adit, yang sudah kontrak untuk musim kompetisi 2019. Akan ditandemkan dengan Dimas memperkuat MP5 dan MP6 di  even motoprix dan YCR. Sedang MP1 dan MP2 setia dengan Wawan Welo dan MP3 dan MP4 diback up M. Idris.

Sipnya, prestasi M. Idris makin mengkilap, secara klasemen motoprix di urutan ke 5. Dan Dimas di MP6 sukses menempati urutan teratas. Dan Welo klasemennya berada di urutan 10. Sehingga evaluasi untuk MP1 dan MP2 lebih dimaksimalkan hingga minim kesalahan. Sayang, ketika final seting terbaik MP1 dan MP2, Wawan terjatuh di hari sabtu saat kejurnas motoprix region 2 seri 4, Kepanjen.

Padahal kita sudah siapkan kuda besi berikut spare total ada 8 motor, untuk antisipasi misal rangka, suspensi dan mesin bermasalah. "Cuman saat di Malang, jatuhnya Wawan menyebabkan tulang selangka-nya mesti dioperasi, "urai H. Rizal sapaannya.

Info terbarunya, di 2019 tarjet dan obsesi H. Rizal akan bertarung di level Asia. Peluang kesana lebih besar, sepanjang mengikuti laga IRS di 2018, berikut dengan 5 kuda besi full spek kompetisi yang terbagi sport 150 cc dan 250 cc.

Kepiawaian Wawan Welo yang menggawangi formasi laga di IRS serta solidnya tim, layak diadu di level Asia. Sebab Wawan selalu berusaha membalap sampai limit kapasitas fisik-skill dan kemampuan motor. Hingga, daya juangnya sukses membawanya di klasemen peringkat 3 di IRS kelas sport 150 cc.  

Apalagi kompetisi skala Asia seperti ARRC juga dibuka bebek underbone 4 tak s/d 150. Jadi, nyambung dengan MP1 yang sudah berjalan di tanah air. "Maka, sinkron ketika saya menganalogikan sebagai jenjangnya kelas yang disajikan di motoprix, "tegas pria low profil yang kini disuport oleh Nissin, Rob1, Ipone, Add sok, SSS, Excel, NHK, FDR, Ardians, UMA dan aki WR Super itu.

IRC FASTI 2 MAKIN TAK TERTANDINGI
Terhitung sejak 06, pabrikan IRC mensosialisasikan one make tyre di even road race Jatim bahkan di provinsi lain. Sejak saat itu pula, tahapan tipe ban balap berlabel IRC diriset, hingga sukses mengawal rider menitih prestasi, seperti saat ini. Kalau sampai akhirnya di 2018 IRC sukses dengan produk Fasti 2, itu sih berkahnya.

 


Keberhasilan ini juga tak hanya atas kegigihan tim development dan promosi IRC saja, tapi juga dukungan rider, tuner, Pengprov IMI di tanah air terutama Jatim, serta semua lapisan pemuka automotive yang turut membantu mensukseskan diluncurkannya ban ber-SNI yang memang tak tertandingi.

Tapi ini belum akhir ya, sebab tekhnologi terus berjalan dan tingkat pressure kompetisi makin tinggi. "Jadi kita tetap improve dan belajar dari pengalaman terus, "tegas Gus Yanto dari PT. Gajah Tunggal Tbk yang memantau aksi-aksi rider pengguna Fasti 2.