Pakdhe Balap Racing Team : Dari Off Road ke Road Race & Kembangkan Unsur Sosial

Dari off road ke road race kembangkan unsur sosial

Pria yang lama malang melintang di dunia off road di era 90 an itu, kembali meramaikan dunia automotive di Jatim. Road race sekarang yang menjadi bidikannya. Sebab, off road dianggapnya sudah klimaks, mau model apalagi. Giliran di road race, Pakdhe sapaan bekennya ingin bersosialisasi dengan rider Jatim. Lewat dibentuknya tim road race pakdhe Balap racing Team, yang diback up 7 rider, dua diantaranya adalah srikandi. Sasarannya ingin meramaikan balap di Jatim, maju atau nggak itu tergantung sudut pandang ya, jadi urusan belakang.


Cara ini yang dulu dipakai saat aktif berlaga di off road, untuk memacu dan memotivasi off roader mudah, hingga off road di Jatim sempat tenar di nusantara, terkait alternatif sirkuit dan tim-tim yang aktif berlaga. Nah, saat cara itu diterapkan di road race Jatim, pengaruhnya juga krusial di even balap Jatim, baik open road race dan kejurprov road race. Segmen kelas skutik yang dipilihnya, kembali ramai dan mampu memberi warna baru di road race Jatim. Wajar dong, segmen kelas yang dibidiknya, sempat mati suri. Hadirnya Pakdhe Balap Racing Team, quota rider jadi makin bertambah.

 

Pakdhe owner Pakdhe Balap Racing Team, Ponorogo


Hal demikian tentu menjadi pemacu tim lain, untuk kembali berlaga di segmen kelas skutik. Berkah yang ditebar juga merata, promotor jadi optimis membuka kembali kelas skutik, demikian dengan rider, ada alternatif baru untuk mengejar angpau. Makin kedalam lagi, gerai penjual option part racing jadi kembali hidup, demikian sentral usaha pengrajin knalpot free flow for skutik, jadi makin terpacu untuk meluncurkan produk terbaru.  

 

Pakdhe dengan salah satu rider srikandinya Tarissya 57


Input krusialnya, korekan skutik masih identik murni garapan tuner Jatim, artinya minim yang main order ke provinsi sebelah. Praktis, makin menumbuh kembangkan improve, skill dan popularitas tuner Jatim. “Maksudnya dari Jatim dan untuk Jatim, ”semangat Pakdhe.

Nah, itu sih mutualisme yang berjalan alami. Sisi lain, Pakdhe juga memiliki obsesi untuk menambah varian kelas skutik di Jatim. Prinsipnya out of the box, entah pakai aturan 200 cc, FFA dengan rangka custom dan kelas yang spesial mengakomodir rider khusus pelajar SMA sederajat lokal wilayah balap digelar. Saya ingin mewujudkan mimpi anak-anak SMA yang ingin jadi pembalap tapi tak kesampaian. “Dan lewat portal ini juga, saya ingin ada tanggapan, baik sponsor dan Pengprov IMI Jatim, untuk ikut merealisasinya, ”tegas Pakdhe yang kini diback up tuner Anang Empu from Kedawung, Bicak, Mojokerto. | pid