Kratingdaeng MX & GTX Openchampionship 2018, Panarukan, Situbondo : Even Berkualitas vs Penyelenggara Cerdas

Kratingdaeng MX & GTX Openchampionship 2018, Panarukan, Situbondo

Susah juga ya, ketika tracker dan crosser saat on fire. Mintanya kualitas even wajib berkualitas melulu. Promotor kendor dikit langsung teriak. Nih, ciamiknya psikis crosser dan tracker Jatim, sudah memiliki parameter akan even yang berkualitas. Itu lantaran even garuk tanah di Jatim macam mix max. Even yang kualitasnya kurang, akan terobati oleh even berkualitas dominan menjalankan aturan nasional.


Nah loh, kalau sudah begini penyelenggara daerah ketar-ketir, ketika dianggap kurang berbobot. Wajar dong, crosser dan tracker yang kebetulan kota kelahirannya sama dengan penyelenggara, aktif keliling ikut berlaga di even motocross Jatim, itu pembanding. Masa, promotor tak mau keliling juga, ngintip yang sudah oke.

Budi Santoso & Wahyudi, ujung tombak marketing promosi Kratingdaeng



Praktis, kalau tak mau merapat dan mengajak crosser dan tracker sekaliber dia buat kerja sama, pasti kurang sip. Bagaimanapun juga, tracker dan crosser punya kendali mengontrol kapasitas penyelenggara. Sekaligus memberi input akan evolusi desain sirkuit sampai nominal angpau. "Aspek demikian tegas dan nyata mulai menggelinding bagaikan bola salju, "nilai Donny from Donny Speed, Probolinggo yang kali ini mengawal tim Chandra Motor King Fruits Design One, Jember. 

Untung wilayah ini ada Arif Zeka owner tim Falcata 77 Gatra Jaya Group Bebek Ngepot 77, Banyuwangi. Dia juga pengelola MX Training Falcata 77, Banyuwangi. Arif di zona tapal kuda macam regulator, sekaligus yang turut menyemarakkan setiap even GTX dan MX di zona tapal kuda.

Secara tak langsung merangsang penyelenggara berbenah. Dan memang susah ketika monoton, ya itu tadi pengaruh dari tracker dan crosser yang lagi on fire, butuh sesuatu yang baru. Sirkuit kurang menantang dikit, katanya nggak banda alias nggak modal. "Hal demikian yang kemudian menjadi study banding baru bagi penyelenggara, hingga zona tapal kuda, "senyum Wahyudi dari Kratingdaeng Surabaya yang kiprah dan suportnya selama ini mampu membawa perubahan pada dunia MX dan GTX di Jatim scoop regional.

Ciamiknya selalu ada nilai jual berusaha disajikan, macam MX dan GTX Openchampionship 2018 yang digelar di Panarukan, Situbondo yang disuport Kratingdaeng. Di even ini nilai jualnya ada di aturan kelas yang dilombakan, yakni ada tambahan embel-embel non usia. Memang dilematis dengan realisasi pembatasan umur yang dituangkan di aturan nasional. "Praktisnya ketika dijalankan, tracker dipastikan sepi tak ada yang berlaga, "sorot Savona Oky penguasa bebek modif 4 tak 130 cc senior.

Ketika dibalik non usia, menjadi angin segar bagi pemula kawak yang dominan di zona tapal kuda. Tracker pemula kawak tapi pernah gantung helm, dengan aturan ini makin ringan untuk membalap lagi. Tak bingung akan pembatasan usia. Kalau sudah begini, even berkualitas dan penyelenggara yang cerdas, lebih mengena mana dari sisi sosialnya !   | pid