MESIN S1 ITN KRATINGDAENG SWALLOW KEJURPROV DRAG BIKE 2018, KEPANJEN : Berkah Bagi Rider Pemula

Kejurprov drag bike Jatim seri perdana Kepanjen

Tetap semangat dan terus semangat, itu wejang Bambang Kapten Haribowo saat meninjau langsung rangkaian Kejurprov Drag Bike Openchampionship seri perdana, yang dihajat di pelataran parkir stadion Kanjuruhan, Kepanjen (14/4). Dan memang drag bike di Jatim butuh pencerahan, sebab itu pula di even ini, dikategorikan menjadi 3 kelas, yakni pemula, utama dan suporting class.


Sipnya, setiap kuda besi, bisa berlaga di beberapa kelas. Sebab, beda kategori asal regulasi dan aturan sama dan saling conecting, sah-sah saja. Praktis, semua level rider disini diuntungkan, sebab bisa bebas berlaga di kategori pemula open, utama dan suporting class. "Cuman, spesial di kelas utama terjadi pemberlakuan one make tyre produk Swallow, tapi bagian belakang saja, "sebut Dwi Kusmantoro pelaksana even yang disuport energy drink Kratingdaeng itu.

Mabrur, marketing promosi Kratingdaeng Surabaya



Maka, dipastikan di seri perdana ini, dengan adanya one make tyre belum bisa menjadi parameter. Sebab, rider masih adaptasi dengan tipikal compound Swallow. "Termasuk tuner, berusaha mencari input dan merabah terkait konversi power saat direspon tapak kaki Swallow, "kata Doni tuner Dony Kepanjen Motor Sport yang hadir dengan Big Family DKMS.

Tim BM2 Baja Beton Abah Saman Jombang



Sebaliknya, bagi tuner yang baru merapat di kelas utama, kebijakan ini dipandang menguntungkan. Jawara lama belum jaminan. Konteks demikian yang diharapkan mampu menarik minat rider dan tim pemula untuk berlaga di kelas utama. "Singkat cerita, untuk memberi kesempatan buat mereka, "sebut Fatchulllah owner tim BM2 Baja Beton Abah Saman, Jombang. Jalik tunernya, mampu menghantar rider pemula Andri Setiawan mengukir best time 7,3 detik di kelas sport 2 tak 155 cc rangka standar, menggunakan knalpot C-Squad 2018 version.

Big Family DKMS Kepanjen



Bahkan, kelas Vespa dan sport 4 tak tune up s/d 200 cc non DOHC, dimanfaatkan sebagai kelas baru, untuk memancing minat peserta di segmen baru. Sekaligus mengakomodir dan mensosialisasi jagoan sport 4 tak 1200 meter agar berlaga di even resmi. Kemungkinan pelaksanaannya tentatif, tergantung karateristik wilayah sehubungan dengan kantong-kantong penghobi motor yang bisa dikompetisikan.

Dari latar belakang ingin kembali menggairahkan kejurprov drag bike Jatim di 2018 ini pula, kita jadi tertantang untuk menjadi bagian dan mengawal hingga final. "Minimal Kratingdaeng bisa memberi kontribusi dan mensukseskan even automotive yang sifatnya kompetisi di Jatim, selain road race dan MX-GTX, "semangat Mabrur tim marketing promosi Kratingdaeng Surabaya.  | pid