Jelang WTJ MX & GTX Openchampionship, Kelud, Kediri : MX Training Full Tim & Pakai Transponder

DESAIN TREK KELUD PRIMADONANYA TRACKER & CROSSER

Sekali lagi ditegaskan kalau tahun 2018 memang milik crosser dan tracker. Untuk Jatim saja, seri kejuaraan MX & GTX bejiun. Belum lagi ketambahan even yang scoopnya nasional. So, crosser dan tracker diklaim on fire, sampai bingung mengatur jadwal training dan membalap. Akhirnya, jadwal even balap yang dijadikan jadwal training, nah loh !

 
Wajar, ketika tingkat pressure antar tracker dan crosser jadi makin tinggi. Kalau sudah begitu, maintenance spare kuda besi atau ganti kuda besi yang bisa dibenarkan ? Ilustrasinya tim Rizqy Motor Boss Mild Rastel Bold, Pasuruan, milik H. Wawan yang rata-rata kuda besinya KTM 2018, hadir menebar ancaman, dengan crosser potensialnya Dika Dikron 85 cc dan Lantian Juan MX2 Open.

CROSSER EXC RONI, MC SYS QUZEIN & H UDIN WTJ GROUP SAMARINDA



Maka, even WTJ MX & GTX di Kelud, Kediri yang dihajat sabtu minggu (17-18/3) mendatang dipastikan atraktif, sengit mungkin juga dramatis. Trek berkontur alam beralas gravel, kerikil, tanah padat dan pasir akan menjadi aksi tracker dan crosser beradu traksi dan aksi. Sipnya, kejuaraan disajikan sportif. Itu lantaran Wawan tim pelaksana dari WTJ Group Samarinda mesosialisasi sistem transponder.
   
Spesial trek gunung Kelud, pemakaian transponder memang bisa dibenarkan. Sebagai solusi back up petugas RC berbanding luasnya trek sirkuit Kelud. Prinsipnya kita ingin turut serta memajukan kompetisi MX & GTX. "Bagi owner, manajer, crosser, tracker dan instruktur, kalau memang ada saran himbauan untuk memajukan MX & GTX silahkan disampaikan, ayo maju demi Jatim, "pungkas H. Udin owner WTJ Group Samarinda penyelenggara.

DUDUNG JAHARUN MX TEAM, MEDAN STUDY BANDING DI JATIM



Belum lagi serbuan MX Training, yang kebetulan tak ada bentrok jadwal MX & GTX level kejurnas. Seperti Johny Pranata Motocross Academy, Gatam Hatim Motor Sport, Falcata 77, Kisworo MX Training, Nugroho MX Training, Darul Ulum Agung MX dan sederetan nama-nama crosser nasional yang kini menjadi instruktur MX Training, seperti Febo Wibowo from Jogja, dipastikan full tim berlaga disini. Termasuk tim GTX, sebab desain trek Kelud primadonanya tracker nasional.  

Sipnya, popularnya MX & GTX di Jatim ini sukses menjadi magnet tim MX & GTX luar pulau. Salah satunya tim Dudung Jaharun MX & GTX Team, Medan milik Dudung Hartito sampai bela-belain study banding ke Jatim, tepatnya ke padepokan Janal Chunk DQ Motor, Surabaya. Spesial untuk tracker - crosser Yusri dan Fahri, digembleng skillnya di Gatam Hatim Motor Sport, Mojokerto.

Misinya, dari mengikuti laga kompetisi garuk tanah di Kelud, Kediri, Jatim mendatang, minimal bisa mengetahui sampai dimana berat dan tingginya pressure garuk tanah di Jatim. Sekaligus pembelajaran crew dan mekanik kita, selanjutnya diterapkan di Medan. “Bahkan sampai layout sirkuit, kita perlu belajar dari Jatim kiblatnya garuk tanah di Indonesia untuk saat ini, ”tegas Sabra Buana manajer tim Dudung Jaharun MX & GTX Team, Medan yang ikut turun gunung.

Sisi lain, daya magis garuk tanah di Jatim juga atas input penyelenggara garuk tanah Jatim yang rata-rata inovatif. Macam, dibukanya kelas OMR CRF 150 dan Mini Trail 8 tahun - 12 tahun Open. Terhitung aktif digelar sejak awal 2018 saja, sukses menghadirkan crosser pendatang baru. Pastinya, di even mendatang ini pula kompetisinya berjalan lebih rapat, mengingat regulasi yang digelontorkan sudah disepakati bersama. Wah wah wah, selesai balapnya kira-kira jam berapa nih H. Udin ?