CityTour Murid SD bareng Dinas Perhubungan dan PT. MPM : Eduskasi Dini Tanam Karakter Berlalu Lintas.

Karakter berlalu lintas telah tertanam pada diri masing-masing pengendara. Alangkah baiknya bila edukasi tentang lalu lintas ditanam sejak dini. Seperti yang dilakukan PT.Mitra Pinasthika Mulia (MPM) dengan Dinas Perhubungan kota Surabaya. Mengajak Murid Sekolah Dasar Negeri Kalisari II Surabaya city tour pengenalan lalu lintas Rabu 21 Februari silam.


"Wujud kepedulian kami terhadap generasi penerus bangsa yang nantinya menjadi pengguna aktif kendaraan," buka Gading Nugroho, Instruktur safety riding PT. MPM.

 

Kegiatan city tour ini diikuti tidak kurang dari 40 siswa siswi SD. Mengikuti rute perjalanan dari Sekolahan - Surabaya Intellihent Transportation System (SITS) Bratang. Disana murid dijelaskan tentang beberapa kondisi lalu lintas melalui layar yang terhubung dengan CCTV. Sebuah pengalaman baru dimana mengedukasi langsung ke lapangan tentang lalu lintas.

Antusias tampak ketika rute kedua yakni menuju Command Center jl. Tunjungan Surabaya. Sebab selama perjalanan mereka diedukasi rambu-rambu yang tertanam di jalan raya. Celoteh mereka makin ramai ketika melihat pengendara yang terlihat melanggar traffic light. "Hal-hal tersebut yang ingin kami tanam kepada murid-murid ini guna membentuk karakter berkendara nantinya,"tambah Subagio, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Surabaya.

Di Command Center Surabaya, mereka pun diedukasi tentang berlalu lintas juga mengenal kondisi lingkungan Surabaya melalui layar CCTV. City tour ditutup dengan praktek menyebrang menggunakan Pedestarian Cross Traffic Light (PCTL). Atau yang dikenal dengan rambu penyebrangan berbunyi "tot-tot". Mulai dari cara kerja dan waktu menyebrang dijelaskan secara rinci oleh pihak dishub.

"Usia Sekolah Dasar memang sudah seharusnya mengenal tentang lalu lintas. Untuk sekarang nantinya mereka akan mengingatkan ibu atau bapaknya saat berkendara. Jangka panjangnya sebagai pengguna aktif jalan raya, jika sejak dini sudah tertib dipastikan kelak akan timbul rasa malu ketika melanggar lalu lintas," tutup Subagio. | nda