selamat datang di ototrend.com
edisi 372
 
minggu ke-1 Juni 2008
MOTOGP
                   

Foto : motogp

PREVIEW GP LEMANS
Berharap Hujan

Back to MotoGP 2007, tidak ada yang menduga jika balapan digelar dalam cuaca ekstrim.

 

Back to MotoGP 2007, tidak ada yang menduga jika balapan digelar dalam cuaca ekstrim. Sebelumnya, belum pernah seri-seri awal 2007 digelar dalam kondisi trek kering ke basah dan balik kering lagi. Baru di LeMans, itu terjadi.

Dan tahun 2008, baru di Shanghai adalah seri balapan awal musim yang ditempuh dalam cuaca basah ke kering. Sekarang, apakah LeMans 2008 akan terjadi seperti musim lalu ?
Secara teknis, trek berkarakter ketat emang membuat semua pembalap selevel. Kuda pacu 800cc bisa dimaksimalkan oleh skill masing-masing. Di trek seperti ini, beberapa lap awal balap seperti main ular-ularan.

Ketat ! Tapi, jika diselingi turun hujan, strategi pit stop-lah yang paling berperan.
Menilik hasil LeMans tahun lalu, sang juara bukan peraih pole atau pencatat fastest lap, tapi joki yang 'tepat' ngambil keputusan kapan ganti motor. Bisa dibilang, LeMans 2007 adalah balapan terbaik.

Pemimpin balapan tidak lagi dikuasai nama-nama besar seperti Rossi, Pedrosa, Hayden ataupun Stoner, tapi pembalap lain termasuk joki tuan rumah, Randy de Puniet. Pembalap rookie seperti Sylvain Guintoli yang ngebutin panji Tech 3 dengan motor paling lemah pun bisa leading.
Ada beberapa joki yang punya pikiran tepat, saat hujan turun, masuk satu lap lebih awal ketimbang pembalap lain.

Tahun lalu, ketika pembalap lain mulai berdatangan ke pit lane di lap ke 8, Vermeulen dan Melandri sudah ngebut dengan ban full wet satu lap sebelumnya. Nggak heran, doi langsung melejit ketika paruh balapan, meski ditempel Melandri.

Dari sekian entry list tahun ini, Chris Vermeulen memang jago hujan yang keteteran, menyusul problem teknis yang menimpa GSV-R, sampe-sampe tim ini menurunkan motor hibrida, kawin silang antara 2007-2008 dan part anyar 2008. Melandri pun kurang greng dengan adaptasi GP8.

Selain Vermeulen, Anthony West adalah joki non unggulan lain yang gape mainan trek basah.
Masalahnya, baik Suzuki ataupun Kawasaki saat ini bukan dalam top performa. Joki unggulan tetaplah dari tim pabrikan Yamaha ataupun Honda. Sedangkan squad Ducati tetap dibawah dua pabrikan Jepun, prediksi ini menilik statistik tiga seri terakhir, yakni di Estoril, Jerez dan Shanghai.

Berandai-andai LeMans 2008 ditempuh dalam kondisi ekstrim, sangat sulit menentukan siapa pemenangnya. Hingga Shanghai lalu, sudah ada empat joki yang memenangi empat seri berbeda. Stoner menang di Qatar, Pedrosa di Jerez, Lorenzo di Estoril dan Rossi di Shanghai. Stoner dan Bridgestone main B sedangkan Pedrosa dan Lorenzo main M. 2 versus 2.

That's the fact ! Kini, tinggal bagaimana strategi, konsistensi joki dan performa ban yang menentukan. Yang jelas, statistik #46 di LeMans agak drop dua tahun terakhir. 2006, Rossi DNF setelah mengalami problem mesin, sedangkan tahun lalu melakukan kesalahan fatal, masuk pit di kala tidak ada problem apapun. n punk


Foto : Yamaha

USAHA TIM DUCATI
SIAP BALAPAN MARATON

Hingga Shanghai, skor 2:2 adalah fair antara joki-joki Bridgestone versus Michelin.

Hingga Shanghai, skor 2:2 adalah fair antara joki-joki Bridgestone versus Michelin. But? Menilik statistik tiga seri terakhir, pasukan Bridgestone menuai hasil kurang konsisten.
Oke, diwakili Rossi, squad B bisa menahan dominasi joki-joki Michelin di Shanghai. Tetapi, secara keseluruhan Michelin-lah yang unggul.

Mampukah Rossi membendung kekuatan pasukan B yang cukup merata, terutama penggeber Honda serta Yamaha non B? Pasalnya, seri-seri selanjutnya digelar dalam rentang berurutan.
LeMans adalah seri lanjutan Eropa, setelah diselingi GP Shanghai. Setelah LeMans, langsung dilanjutkan GP Mugello Italia tepat 1 Juni, tak lebih seminggu berlanjut ke Catalunya.

Dan di akhir Juni, berurutan ada GP Donington Park dan TT Assen di Belanda. Praktis, tim dan pembalap MotoGP hanya punya weekend senggang di pertengahan Juni.

Teorinya, Mugello dan Catalunya adalah fast track, masih bisa switch dengan Ducati ataupun Yamaha, tapi kenyataannya, Honda-lah motor paling komplit saat ini. Di trek lurus, top speed setara Ducati, tapi handling di tikungan jauh lebih stabil dari GP8.

Sekarang, para penggeber ban Bridgestone berharap pengembangan ban mereka berlanjut. Secara statistik 2006-2007-2008, Bridgestone bisa merebut enam dari sepuluh seri terakhir, termasuk akhir musim 2006, yakni Loris Capirossi di Brno dan Motegi, Troy Bayliss di Valencia 2007, serta tiga kemenangan 2007 yang diraih Stoner di Qatar, Istanbul dan Shanghai. Empat kemenangan terakhir Bridgestone diraih di trek dimana sama sekali nggak favour dengan ban Bridgestone musim-musim sebelumnya, termasuk di LeMans 07. n punk

 

© 2002 ototrend.com ototrend® is a registered trademark
and the ototrend logo are trademarks of pt media oto indonesia, jawa pos