HANADA MOTOSPORT, SURABAYA : INOVASI BARU REBUILD LINER & OBSESI KEMBALI MERAMAIKAN DRAG RACE KELAS BERGENGSI

 

Totok Hanada – Hanada Motosport. Kembalinya sang maestro  dengan serum terbaru & inovatif konsumsi drag race 2019.

 

Lama tak ada kabar yang fantastis di kalangan mania drag race, baru-baru ini inovasi baru diterapkan Totok Hanada dari Hanada Motosport workshop racing & daily use all brand di Jl. Raya Kendangsari 24, Surabaya. Sekaligus menggairahkan iklim kompetisi drag race yang makin redup.

 

 

Cuman, inovasi barunya kali ini tak lagi ada hubunganna dengan option part racing langka atau kelas wahid, sebagai contributor pendongkrak performa mesin. Tapi, lebih mengarah ke perbaikan DNA mesin saat dijadikan gacoan drag race. Sebab, Hanada berusaha ingin tampil meminimalisir option part racing, menghemat bajet dan drag race kembali marak.

 

Tepatnya memperbaiki off set piston atau gaya meratakan naik turun piston terhadap silinder. Dan gaya off set biasa dipengaruhi oleh as kruk, panjang pendek conrod dan posisi blok silinder.   Inspirasinya didapat dari tuner USA, yang lagi gencar merubah posisi cylinder sleeves atau yang beken dengan istilah liner.

 

Hal demikian memang rasional, ketika meninjau piston aftermarket tipe racing yang biasa menjadi subtitusi. Limit speed piston-nya, lebih memungkinkan dipacu di ambang batas limiter.

 

Nah, merubah posisi liner menurut Hanada diproyeksikan untuk melayani piston aftermarket tipe racing tadi. Minimal, gesekan sisi atas bawah piston lebih merata dan tak dominan di satu sisi. “Agar pemakaian piston aftermarket tipe racing tadi tak lagi mubazir, ”wejang Hanada yang lagi garap Sirion cangkok turbo dan ECUtech itu.

 

Tapi, untuk saat ini pengerjaan yang bisa cuman di tuner USA, kolega Hanada sekaligus sentral option part racing dari hard ware sampai soft ware mesin drag race. Mengingat rebuild posisi liner menjadi trend mesin yang dipakai drag race di USA. Bahkan kabarnya, diral almu dudukan liner tengahnya berongga, guna memaksimalkan proses melepas panas.

 

Point merubah posisi liner memang sudah lama dan sejak tahun 07, cuman masih belum menemukan workshop yang pas untuk realisasi. Kecurigaan Hanada muncul saat membangun Estilo turbo full part racing, hasilnya memuaskan tapi tak sesuai ekspektasi.

 

Hasil test case juga terjadi kejanggalan sehubungan terjadinya problem di seputaran liner dan piston. Padahal as kruk sudah zero atau dibawah 0,02 mm, yang sebenarnya sangat layak menjadi penunjang performa mesin, tapi faktanya demikian.

 

Menyikapi problem ini pula, tuner yang biasa menjadi rujukan perbaikan problem tersulit roda empat all brand daily use maupun racing itu, di musim kompetisi drag race 2019 akan menerapkan inovasi terbaru yang diklaim baru pertama kali di tanah air. Jadi, tunggu saja kejutan dari Hanada yang mendatang akan meluncurkan ECU terbaru berlabel Hantech itu.    pid