Tuesday, Oct 21st

Last update:07:40:12 PM GMT

You are here: LIFE STYLE RACING LIFE STYLE Ibnu Sambodo : OBSESI BIKIN BUKU & SEKOLAH

iklan ototrend edisi

BEST KNALPOT

Ibnu Sambodo : OBSESI BIKIN BUKU & SEKOLAH

User Rating: / 7
PoorBest 
Ibnu Sambodo : OBSESI BIKIN BUKU & SEKOLAH

Owner sekaligus tuner tim Kawasaki Manual Tech, Ibnu Sambodo asal Jogjakarta boleh diklaim sebagai mekanik fenomenal untuk era saat ini. Bukan asal bicara, semua mengacu pada prestasi yang telah direnggut.

Baik di level jawara nasional (Motoprix dan Indoprix) ataupun level Asia (Asia Road Racing Championship). Bahkan konteks tadi diraih dalam dua pabrikan motor yang berbeda (Suzuki dan Kawasaki).

Di balik totalitasnya dalam belajar dan riset kudaebsi, maka Pak De, sapaan akrabnya memiliki obsesi yang masih terpendam dan termotivasi untuk merealisasikannya. Apa itu ? | ogy

Sejak kapan anda terjun ke dunia balap ?
Saya mengenal balap sejak tahun 1996 dengan bendera Manual Tech. Saat itu identik dengan Suzuki Shogun yang masih dibekali stroke pendek (48,8 mm). Sebelumnya memang saya sangat suka belajar tentang seputar mesin sejak mulai SMP. Bapak saya guru SMA dan kita dididik keras untuk rajin membaca.

Berbagai prestasi signifikan pernah anda rebut. Bahkan dengan jenis motor yang berbeda (Suzuki dan Kawasaki). Bahkan rekor best-time Sentulpun yang 1.57 menit saat masih di tim Suzuki (2008) belum terpecahkan hingga saat ini. Menurut anda, apa yang menjadi nilai lebih anda dibanding mekanik lain ?
Saya menganggap basic pendidikan saya di atas mereka. Sejak SMP saya terpilih sebagai murid teladan dengan nilai NEM tertinggi, juga masuk di SMA 3 yang favorit di Solo. Kemudian mengenyam pendidikan di Teknik Mesin dan Elektro UGM. Jika saya ilustrasikan dengan langkah membuat nasi goreng, maka saya tidak terpatok pada resep masakan tetapi membuat resep sendiri. Begitupun dalam dunia korek mesin, saya mencari kenapa ukuran tertentu bisa dipatok Graham Bell dalam bukunya. Alhasil, saya mencari alternatif yang menurut saya lebih baik.

Ketika perdana bergabung dengan pabrikan Kawasaki (2009), secara umum anda tidak menemui kendala berarti hingga langsung merebut prestasi diantara dominasi pabrikan Yamaha, juga Suzuki dan Honda. Apa resepnya ?
Kuncinya belajar dan belajar karena saya memasuki dunia baru. Maksudnya belum pernah memegang mesin Kawasaki. Tentu saja, step by step menyelami, termasuk memodifikasi camshaft, porting dan kompresi. Terus terang saat riset perdana ataupun saat ini, justru biaya riset jauh lebih besar daripada saat mengikuti balapan. Kira-kira perbandingannya 60 : 40. Pada sisi lain, pabrikan Kawasaki sangat mendukung dari segi dana hingga saya dapat bekerja maksimal.

Apa yang menjadi hobi dan obsesi anda ?
Hobi saya ya utak-atik mesin. Tidak ada yang lain. Itu yang dilakoni hampir setiap hari dari pagi hingga sore atau malam hari. Kalau obsesi, saya ingin membuat buku tentang korek mesin berdasar pada pengalaman empiris saya. Karena saya melihat banyak buku tune-up mesin yang beredar tetapi saya anggap tidak berkualitas jika dihubungkan dengan fakta yang saya alami di lapangan. Doakan saja bisa terwujud.

Bagaimana dengan dunia pendidikan seperti saat menekuni di Teknik Mesin UGM ? Anda tertarik mengeyamnya lagi ? 
Terus terang saya ingin kuliah lagi. Paling tidak bisa menghubungkan apa yang saya hadapi di dunia balap bila dihubungkan dengan kerangka teoritis. Ini yang menarik dibahas.

Di tengah fakta popularitas anda, apakah tidak memikirkan langkah strategis untuk bermain di dunia bisnis. Macam membuat camshaft atau headcylinder by Manual Tech yang dijual ke pasaran?
Pemikiran seperti ini sudah cukup lama terbesit. Namun karena kesibukan yang luar biasa memang belum dapat terwujud. Apalagi segi biaya dipastikan relatif besar. Saya perfeksionis dalam mengerjakan sesuatu. Jadi memang harus dipersiapkan matang. Mudah-mudahan kedepan dapat terealisasi.

.:.

WEEKEND KE MALL BARENG ISTRI

Bagaimana cara anda membagi waktu hingga dapat refresh dengan istri ?
Kebetulan saat ini istri saya sedang menempuh pendidikan spesialis kandungan di UNS Solo. Jadi dia alumni Kedokteran UGM. So, waktunya tergolong sibuk untuk belajar dan belajar. Saya harus pahami ini. Disamping itu, jika jadual balap padatpun, dia mengerti saya. Namun, jika memang memiliki waktu kosong saat weekend, kita selalu menikmatinya.

Apa yang anda lakukan saat weekend atau senggang bareng istri ?
Yang pasti kita sering tukar-pikiran karena memang memiliki tipikal yang sama yaitu suka belajar. Tidak kalah asyik, ngobrol sambil menikmati suasana persawahan di belakang rumah. Kadangkala kita jalan bareng ke mall atau ke suatu tempat tertentu. Atau jika memang memungkinkan, saya ajak juga ke event balap. Jadi semuanya fleksibel dan tidak terpatok pada suatu tradisi.

DATA DIRI
Nama : Ibnu Sambodo ; Tempat & Tanggal Lahir : Wonogiri, 23 Mei 1974 ; Alamat : Jl. Kaliurang Km. 8,4 No. 53 Jogjakarta ; Istri : Dr. Erick Yuane ; Prestasi : Jawara Nasional Motoprix 110 dan 125 cc (2007), Jawara Asia ;  Road Racing Championship 2010 kelas Underbone 115 cc-4 Stroke.

Comments  

 
0 #3 dzulqisan maulana 2013-09-09 14:21
aq juga pakde...pngen jadi mekanik profesional lewat kursus pakde.

sms: 085747168595 :lol:

sms aja ya pakde jngan lewat e-mail.
Quote
 
 
+1 #2 imam dias budi anto 2012-01-24 14:50
askum...,"
pakde ibnu sambodo, q imam dias budiyanto dari sukoharjo.
q pengen bgt skul / kursus d tempat pakde, mohon dengan sangat yaw pakde konfirmasi nya : syarat'',biaya,dll nya.
imam : 087834967666.
wrwb..., :sad:
Quote
 
 
0 #1 basuki obas 2012-01-17 23:09
saya pngen nimba ilmu/belajar ditempet sampeyan,syarat "apa saja yg hrus saya penuhi...
Quote
 

Add comment

BICARALAH! sebelum bicara itu dilarang.
TERIMAKASIH bila komentar-pertanyaan disampaikan secara BAIK dan TEPAT.


Security code
Refresh